Prabowo Minta Segera Ada Pembenahan di PLN Usai Listrik Batam Mati Belasan Jam

Presiden Prabowo Subianto memanggil CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan perwakilan PT PLN (Persero) usai fenomena pemadaman listrik massal di Kepulauan Riau (Kepri), seperti Batam dan Bintan.
PLN Batam mencatat gangguan sistem kelistrikan yang memicu pemadaman meluas terjadi sejak Senin (12/10) pukul 06.37 WIB, indikasi awal dipicu oleh masuknya hewan liar ke area fasilitas vital. Saat ini, kondisi kelistrikan di Batam diklaim sudah pulih 100 persen.
Rosan menjelaskan bahwa Prabowo meminta akselerasi transformasi di tubuh PLN agar perusahaan bisa lebih cepat, tanggap, dan efisien, sekaligus berkaitan dengan program PLTS 100 gigawatt (GW) untuk mengurangi subsidi energi.
"Kita juga diminta oleh Bapak Presiden agar transformasi di PLN ini baik dari terutama dari segi bisnis modelnya itu untuk dibuat dan untuk segera dipaparkan kepada Presiden untuk segera kita tindak lanjuti," katanya kepada awak media di Istana Presiden, Jakarta, Rabu (14/10).
Saat ditanya apakah transformasi tersebut berkaitan dengan pemadaman listrik di Batam, Rosan hanya menjelaskan bahwa Danantara akan mengkaji kembali model bisnis PLN secara keseluruhan.
"Ya tentunya evaluasi itu harus tetap kita lakukan, kita harus selalu siap dalam segala kondisi kita harus punya selalu backup plan yang mungkin PLN apabila ada kejadian tuh backup plan-nya seperti apa," ungkap Rosan.
Sementara itu, Direktur Manajemen Proyek & EBT PLN, Suroso Isnandar, membenarkan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diperbaiki oleh PLN seiring dengan naiknya permintaan listrik di Indonesia, termasuk masalah kelistrikan di Batam.
"Kita menyadari banyak yang harus di-improve, termasuk yang ada di Batam ini, sehingga kemarin ada gangguan di salah satu transformator menyebabkan padam yang mengurangi pelayanan kepada masyarakat," jelasnya.
Suroso menyebutkan, penyebab pemadaman massal di Batam masih ditelusuri. PLN, kata dia, tidak akan menutup kemungkinan terhadap berbagai alasan dan celah yang harus diperbaiki.
Dia menuturkan kendati listrik di Batam sudah menyala seluruhnya, namun proses pemulihan di Bintan masih dilakukan secara bertahap. Dia memastikan akan ada kompensasi jika pemadaman melebihi jumlah jam tertentu.
"Sudah pulih per hari ini hampir semuanya sudah pulih, Batam sudah pulih 100 persen dan Bintan sebagian menyusul," ungkap Suroso.
Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan PLN Batam, Rudi Antono, menjelaskan pemulihan sistem berhasil dicapai melalui penormalan bertahap. Indikasi awal menunjukkan gangguan dipicu oleh masuknya hewan liar ke area fasilitas vital.
“Berdasarkan indikasi awal, gangguan diduga dipicu oleh masuknya hewan liar ke area Gardu Induk Sungai Harapan yang menyebabkan gangguan pada instalasi kelistrikan hingga berdampak pada pasokan listrik di sejumlah wilayah,” ungkap Rudi dalam keterangan tertulis, Selasa, (13/10).
Rudi menegaskan komitmen PLN Batam dalam memenuhi hak pelanggan terkait mutu pelayanan. Jika durasi gangguan terbukti melampaui standar Tingkat Mutu Pelayanan (TMP), kompensasi akan disalurkan sesuai aturan.
“Bagi pelanggan reguler, kompensasi diberikan sebesar 10 persen dari biaya beban bulanan, mengacu pada Peraturan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 22 Tahun 2017,” jelasnya.
Sementara bagi pelanggan layanan keandalan khusus, kompensasi diberikan sebesar 15 persen hingga 25 persen dari Rupiah Pemakaian Tenaga Listrik (RPTL). Pemotongan nilai kompensasi ini akan masuk secara otomatis pada tagihan listrik bulan berikutnya tanpa perlu pengajuan klaim.
