Kumparan Logo

Prabowo Proyeksi Dividen BUMN Capai Rp 200 Triliun pada 2026

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Indonesia Prabowo Subianto menjelang peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 negara itu, di Jakarta, Indonesia, 14 Agustus 2026. Foto: REUTERS/Stringer
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Indonesia Prabowo Subianto menjelang peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 negara itu, di Jakarta, Indonesia, 14 Agustus 2026. Foto: REUTERS/Stringer

Presiden Prabowo Subianto memproyeksi dividen BUMN pada tahun 2026 akan terus meningkat. Ia menargetkan jumlah dividen BUMN dikurangi PMN bisa mencapai Rp 200 triliun pada 2026.

“Dividen BUMN di tahun 2026 ini diproyeksikan kembali naik sampai dengan Rp 200 triliun tanpa ada PMN. Artinya dari 2024 ke 2026 naik dari Rp 53 triliun ke Rp 200 triliun atau bisa dikatakan 4 kali lebih besar. 400 persen meningkatnya tanpa PMN,” kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta pada Jumat (14/8).

Di samping itu, Prabowo juga berharap BUMN-BUMN akan mulai untung pada 2027 awal. Namun, ia tidak mau angka yang disampaikan tidak valid atau laporan palsu.

“Kita sekarang berharap di awal tahun 2027 mereka sudah mulai untung. Saudara-saudara, saya juga ingatkan di sini bahwa kita tidak mau toleransi dengan permainan angka, dengan laporan palsu. Kita harus dapat angka-angka yang benar, angka yang tepat, walaupun kadang-kadang pahit,” ujarnya.

Di samping itu, ia juga memamerkan beberapa capaiannya dalam masa pemerintahan selama ini. Menurutnya, dengan perbaikan yang dilakukan, keuntungan BUMN di 2025 juga sudah naik hingga 75,3 persen.

“Karena perbaikan-perbaikan yang kita kerjakan, pada tahun 2025 keuntungan BUMN mencapai Rp 326 triliun. Naik 75,3 persen dari 2024. Rp 326 triliun ini adalah keuntungan tanpa permainan angka,” tutur Prabowo.