Kumparan Logo

Prabowo Resmi Kucurkan 5 Paket Stimulus Ekonomi, Total Anggaran Rp 24,44 T

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto (kanan) menyampaikan keterangan kepada wartawan usai kunjungan di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Kamis (29/5/2025). Foto: Ludovic Marin/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto (kanan) menyampaikan keterangan kepada wartawan usai kunjungan di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Kamis (29/5/2025). Foto: Ludovic Marin/AFP

Presiden Prabowo memutuskan untuk memberikan 5 stimulus untuk menjaga daya beli dan stabilisasi ekonomi. Untuk stimulus ini, pemerintah menggelontorkan Rp 24,44 triliun, sebanyak Rp 23,59 triliun di antaranya berasal dari APBN dan Rp 0,85 triliun dari non APBN atau dunia usaha.

Bantuan tersebut meliputi diskon transportasi, diskon tarif tol, penebalan bantuan sosial, Bantuan Subsidi Upah (BSU) sampai Perpanjangan Diskon Iuran Jaminan Kehilangan Kerja (JKK).

“Hari ini presiden memutuskan paket stimulus agar pertumbuhan ekonomi dapat dijaga momentumnya dan stabilitas perekonomian diperkuat. Hari ini diputuskan 5 hal yang menjadi paket kebijakan ekonomi dengan target dari mereka yang akan mendapatkan manfaat dari stimulus tersebut,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta Pusat pada Senin (2/6).

Untuk diskon transportasi, pemerintah menggelontorkan Rp 0,94 triliun untuk diskon tiket kereta sebesar 30 persen, diskon tiket pesawat kelas ekonomi domestik di mana PPN ditanggung pemerintah 6 persen dan diskon tiket angkutan laut 50 persen selama libur sekolah Juni sampai Juli 2025.

“Pada saat masa tahun ajaran sedang libur dan diharapkan bisa meningkatkan aktivitas ekonomi dalam negeri,” ujar Sri Mulyani.

Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan pemaparan pada konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (23/5/2025). Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

Diskon tiket kereta api ditarget menyasar 2,8 juta penumpang, tiket pesawat 6 juta penumpang dan tiket angkutan laut 0,5 juta penumpang.

Untuk diskon tarif tol, diskon diberlakukan 20 persen dengan target 110 juta pengendara selama libur sekolah Juni sampai Juli 2025. Untuk ini anggaran yang digelontorkan adalah Rp 0,65 triliun dari non APBN.

“Untuk ini akan dilakukan melalui operasi non-APBN karena dalam hal ini untuk Kementerian PU akan melakukan atau sudah memberikan surat edaran kepada Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) mengenai kebijakan diskon tarif tol tersebut,” kata Sri Mulyani

Selain itu terdapat penebalan bantuan sosial di mana terdapat tambahan kartu sembako Rp 200 ribu per bulan dan bantuan pangan 10 kg beras per bulan untuk bulan Juni sampai Juli. Hal Ini akan diterima oleh 18,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang disalurkan sekali pada bulan Juni.

“Jadi akan dapat 20 kg beras (sekali penyaluran). Dalam hal ini total anggaran yang disediakan untuk pemberian tambahan kartu sembako dan bantuan pangan adalah sebesar Rp 11,93 triliun,” ujarnya.

Pemerintah juga memberi insentif berupa Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 300 ribu kepada 17,3 juta buruh dengan gaji di bawah Rp 3,5 juta atau UMP Kabupaten/Kota. Selain itu BSU juga akan diberikan pada 228 ribu guru di bawah Kemendikdasmen dan 277 ribu guru di bawah Kemenag untuk bulan Juni sampai Juli 2025. Untuk ini, anggaran yang digelontorkan adalah Rp 10,72 triliun.

“Untuk ini, para pekerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dan nanti Kemenaker yang akan mengimplementasikan program tersebut ,” kata Sri Mulyani.

Insentif terakhir adalah perpanjangan diskon iuran JKK sebesar 50 persen selama 6 bulan untuk pekerja di sektor padat karya. Program ini sebelumnya sudah berjalan dan sudah terealisasi untuk 2,7 juta pekerja di 6 industri padat karya pada Februari sampai Mei 2025. Untuk ini anggaran yang digelontorkan adalah Rp 0,2 triliun yang berasal dari Non-APBN.

“Dengan adanya stimulus ini dan berbagai program percepatan pemerintah maka kita harapkan pada kuartal kedua maka pertumbuhan ekonomi tetap bisa dijaga mendekati 5 persen dari yang tadi diperkirakan akan melemah karena kondisi global,” ujarnya.