Kumparan Logo

Prabowo Resmikan KEK Sanur dan Bali International Hospital

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat meresmikan KEK Sanur dan Bali International Hospital di Denpasar, Bali, Rabu (25/6/2025). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat meresmikan KEK Sanur dan Bali International Hospital di Denpasar, Bali, Rabu (25/6/2025). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur dan Bali International Hospital (BIH) di Denpasar, Bali, hari ini Rabu (25/6).

Prabowo mengatakan, KEK Sanur merupakan terobosan baru di Indonesia sebagai KEK pertama yang memfokuskan kepada layanan kesehatan bertaraf internasional.

"Hari ini saya mendapat kehormatan untuk meresmikan KEK Sanur dan Bali International Hospital, tadi juga saya sudah tanda tangan prasasti di rumah sakit tadi," kata Prabowo dalam sambutannya, Rabu (25/6).

Prabowo mengatakan, proyek tersebut merupakan inisiatif Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Saat ini, kata dia, banyak masyarakat Indonesia berobat ke luar negeri dan menyebabkan kaburnya potensi devisa negara.

"Kita tadi sudah diberi tahu bahwa begitu banyak WNI yang mencari pengobatan di luar negeri yang mengakibatkan juga pengeluaran devisa yang sangat besar," tuturnya.

Dia pun mengapresiasi pembangunan KEK Sanur dan BIH yang diharapkan bisa menjadi destinasi wisata kesehatan masyarakat sehingga tidak perlu berobat ke luar negeri.

"Dengan inisiatif ini kita bisa memberi pelayanan yang tidak kalah dengan yang terbaik di dunia, karena itu sekali lagi saya menyampaikan penghargaan dan apresiasi saya atas pekerjaan besar ini," imbuh Prabowo.

Sementara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan saat ini terdapat 2 juta masyarakat yang berobat ke luar negeri setiap tahunnya, dan menghabiskan biaya hingga Rp 150 triliun.

"Data-data yang kita dapatkan dari beberapa tahun terakhir, kita bisa lihat 2 juta masyarakat indonesia berobat di luar negeri. Ini kurang lebih menghabiskan hampir Rp 150 triliun per tahun," ungkap Erick.

Ke depannya, lanjut Erick, Kementerian BUMN akan terus menjalankan pengawasan dan penugasan, termasuk membangun KEK kesehatan di wilayah lain di Indonesia.

instagram embed

"KEK kesehatan wilayah ini juga kami dapat lakukan di beberapa wilayah lain di indonesia, untuk kita terus meningkatkan persaingan mancanegara industri kesehatan yang ada kita lakukan ke depan," tuturnya.

Sebelumnya, KEK Sanur yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2022 ini merupakan inisiatif strategis pemerintah untuk memanfaatkan potensi kawasan Sanur sebagai destinasi pariwisata kesehatan dengan menjadikan Bali sebagai landmark dalam peningkatan dan diversifikasi perekonomian Indonesia.\

Pengembangan KEK Sanur meliputi beberapa komponen. Pertama, Convention Center, kemudian dua hotel yaitu The Meru dan Bali Beach Hotel. Selanjutnya destinasi wisata kesehatan berupa rumah sakit berskala internasional, dan klinik-klinik yang tergabung dalam Alster Lake Clinic.

Selain itu, KEK Sanur juga memiliki Convention Center seluas 3.750 meter persegi. Convention center yang dibangun di KEK Sanur akan menjadi yang terbesar di Bali dengan kapasitas 5.000 pax yang memiliki pemandangan yang indah dengan menghadap langsung ke area pantai.