Kumparan Logo

Prabowo Resmikan Pembangkit EBT di 15 Provinsi, Investasinya Capai Rp 25 T

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Peresmian Pengoperasian dan Pembangunan Energi Terbarukan di 15 Provinsi, 26 Juni 2025. Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Peresmian Pengoperasian dan Pembangunan Energi Terbarukan di 15 Provinsi, 26 Juni 2025. Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto meresmikan proyek pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) di 15 provinsi dan peningkatan produksi minyak 30 ribu Barel Oil per Day (BOPD) di Blok Cepu.

Pembangkit EBT di 15 provinsi tersebut terdiri dari 8 Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dan beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia.

“Dan dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini Kamis 26 Juni 2025 saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia meresmikan pengoperasian dan pembangunan energi terbarukan di 15 provinsi dan peningkatan produksi minyak 30 BOPD Blok Cepu serta peletakan batu pertama lima pembangkit tenaga panas bumi di Indonesia,” tutur Prabowo secara virtual, Kamis (26/6).

Peresmian dilakukan di PLTP Blawan Ijen Unit I dihadiri oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Bondowoso, Jawa Timur, hari ini, Kamis (26/6). Sementara, Prabowo hadir secara virtual.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menuturkan investasi yang digelontorkan untuk proyek pembangkit EBT yang hari ini diresmikan senilai Rp 25 triliun.

“Kita meresmikan 15 provisi proyek pembangkit listrik energi baru terbarukan dengan total kapasitas sebesar 379,7 MW, dengan total investasi kurang lebih sekitar Rp 25 triliun,” tutur Bahlil dalam acara peresmian proyek pembangkit EBT di 15 provinsi, di Bondowoso, Jawa Timur, Kamis (26/6).

Total kapasitas 379,7 MW tersebut terdiri dari 351,9 MW PLTP dan 27,8 MW kapasitas produksi listrik dari PLTS. Proyek pembangkit EBT di 15 provinsi tersebut melistriki 437.383 rumah di Indonesia.

PLTP yang diresmikan hari ini terdiri yang sudah beroperasi, meliputi PLTP Blawan Ijen Unit I milik Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PLTP Sorik Marapi Unit 5 milik PT Serik Marapi Geothermal Power berkapasitas 41,25 MW, dan Salak Binary dengan kapasitas 16,15 MW milik Star Energy Geothermal Salak.

Sementara PLTP yang baru peletakan batu pertama atau groundbreaking adalah PLTP Ulubelu Ext Gunung Tiga milik PT Pertamina Geothermal Energy, Tbk yang berkapasitas 55 MW, lalu PLTP Muara Laboh Unit 2 milik PT Supreme Energy Muara Laboh dengan kapasitas 80 MW.

Kemudian PLTP Salak Unit 7 dengan kapasitas 40 MW, milik Star Energy Geothermal Salak, Windu Unit 3 dengan kapasitas 20 MW milik Star Energy Geothermal Wayang Windu Ltd, PLTP Patuha Unit 2 milik PT Geo Dipa Energi (Persero) dengan kapasitas 55 MW.

Peresmian Pengoperasian dan Pembangunan Energi Terbarukan di 15 Provinsi, 26 Juni 2025. Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Kemudian PLTS yang diresmikan Prabowo hari ini yakni PLTS Bali Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Maluku dan Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Papua Barat.

PLTS di Kalimantan Utara terdiri dari PLTS Sukamaju dengan kapasitas 0,075 MW dan PLTS Desa Sadau 11 KWp.

PLTS di Kalimantan Barat terdiri dari PLTS Merabu Jaya dengan kapasitas produksi 0,04 MW dan PLTS Togan Baru 0,1 MW.

Di Kalimantan Timur terdiri dari PLTS Unit #01 Instansi Pemerintah DESDM Desa Deraya 0,02 MW, PLTS Unit #01 Instansi Pemerintah DESDM Desa Lemper 0,05 MW.

Lalu PLTS Unit #01 Instansi Pemerintah Desa Liang Buaya 0,02 MW, PLTS Off Grid Desa Muara Enggelam 0,02 MW, PLTS Off Grid Tani Baru 0,018 MW.

Di Sulawesi Utara ada PLTS Lisdes Pahepa 270 kWp, PLTS Lisdes Lipang 93 kWp, PLTS Lisdes Laotongan 180 kWp. Di Maluku dan Maluku Utara ada PLTS Kolaha 0,05 MW, PLTS Waria 0,05 MW, PLTS Belo 0,05 MW.

Di Papua Barat, PLTS Terpadu Desa Waibem 0,021 MW, IPLTS Distrik Klamono Kabupaten Sorong, 0,03 MW, IPLTS Distrik Kais Darat Kabupaten Sorong Selatan 0,06 MW, 3 PLTS 25 kW, PLTS Kalitami 1 0,05 MW dan PLTS Kooy 0,05 MW.

instagram embed