Kumparan Logo

Prabowo: RI Harus Produksi 100 GWh Baterai Listrik Biar Bisa Swasembada Energi

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tangkapan layar - Presiden RI Prabowo Subianto memberikan sambutan pada peresmian peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan proyek Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi Konsorsium ANTAM-IBC-CBL di Karawang (29/6). Foto: Fathur Rochman/ANTARA
zoom-in-whitePerbesar
Tangkapan layar - Presiden RI Prabowo Subianto memberikan sambutan pada peresmian peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan proyek Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi Konsorsium ANTAM-IBC-CBL di Karawang (29/6). Foto: Fathur Rochman/ANTARA

Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia butuh kapasitas produksi baterai sebanyak 100 gigawatt per hour (GWh) untuk mencapai swasembada energi. Dia optimistis Indonesia bisa mencapai swasembada energi lebih cepat dari perkiraan, yaitu paling lambat 6 tahun mendatang.

"Saya diberitahu oleh para pakar bahwa bangsa kita ini sungguh-sungguh bisa swasembada energi. Dan hitungan saya tidak lama, tidak lama. Lima tahun, paling lambat enam tahun, kita bisa swasembada energi," tegasnya saat groundbreaking Proyek Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi Antam-IBC-CBL di Kawasan Artha Industrial Hills (AIH) Karawang, Minggu (29/6).

Prabowo menjelaskan, salah satu jalan menuju swasembada energi adalah menggencarkan energi listrik, terutama dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang membutuhkan teknologi Battery Energy Storage System (BESS).

Adapun presiden baru saja meresmikan groundbreaking megaproyek ekosistem baterai kendaraan listrik terintegrasi yang dikembangkan oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam), Indonesia Battery Corporation (IBC), dan Konsorsium CATL Brunp dan Lygned (CBL) yang merupakan anak perusahaan Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL).

Presiden Prabowo Resmikan Groundbreaking Ekosistem Baterai EV RI-China Senilai Rp 96 T. Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Pada fase pertama, pabrik tersebut akan memproduksi 6,9 GWh mulai tahun 2026, dan mencapai kapasitas penuh sebanyak 15 GWh pada tahun 2028. Baterai yang diproduksi tidak hanya untuk kendaraan, namun juga untuk panel Surya (Solar PV).

"Kita butuh, kalau tidak salah para pakar laporan ke saya, untuk benar-benar mandiri kita perlu mungkin 100 gigawatt. Berarti mungkin proyek ini harus dilipatgandakan. Mungkin, dan saya percaya bahwa kita mampu untuk melaksanakan itu," ungkap Prabowo.

Prabowo menilai, proyek ini sebagai salah satu bukti konkret komitmen pemerintah menggenjot industri hilirisasi. Menurutnya, hal ini menjadi salah satu kunci pembangunan bangsa.

"Cita-cita hilirisasi sudah sangat lama, dari sebenarnya Presiden Republik Indonesia yang pertama, dari Bung Karno sudah bercita-cita hilirisasi, dan presiden-presiden kita selanjutnya juga bercita-cita dan melaksanakan hilirisasi," tuturnya.