Prabowo Sebut APBN Mampu Danai IKN Rp 16 T per Tahun

Presiden terpilih Indonesia Prabowo Subianto mengatakan APBN cukup mampu mendanai proyek IKN sebesar USD 1 miliar per tahun atau sekitar Rp 16 triliun (kurs Rp 16.027 per dolar AS).
Hal tersebut Prabowo katakan saat menjadi narasumber di Qatar Economic Forum, menjawab pertanyaan moderator tentang bagaimana kemampuan anggaran pemerintah menyediakan USD 35 miliar untuk mendanai IKN.
"Bukan USD 35 miliar. Perhitungannya kita butuh 25-30 tahun untuk menyelesaikan IKN. Jadi jika kamu mengatakan USD 35 miliar dalam 30 tahun, ini USD 1 miliar dalam setahun. APBN mampu untuk itu. Jadi kita sangat percaya diri," kata Prabowo, Kamis (16/5).
Dalam rencananya, pembangunan IKN tahap pertama memang difokuskan untuk pembangunan infrastruktur dasar menggunakan anggaran APBN. Kata Prabowo, itu bisa jadi stimulus investasi asing masuk.
"Saya percaya IKN adalah proyek yang sangat politis. Dan pendorong utamanya harus dari sumber domestik, lalu investasi asing masuk kemudian," jelasnya.
Pada kesempatan tersebut Prabowo juga menjelaskan ide pemindahan ibu kota sebenarnya sudah ada sejak Presiden pertama Indonesia, Soekarno. Ide pemindahan ini adalah untuk memindahkan ibu kota ke wilayah yang lebih sentral.
Selain itu, populasi di Jakarta sudah sangat padat dan lingkungan harus menanggung beban berat. Akibatnya terjadi kenaikan permukaan air laut yang mencapai 4-10 cm per tahun. Prabowo juga menjelaskan wacana proyek Giant Sea Wall untuk menangkis pengikisan daratan oleh air laut tersebut.
"Pemindahan ibu kota jadi salah satu cara untuk membawa pertumbuhan di luar Jawa, dan beberapa tahun ke depan sebelum Giant Sea Wall selesai 10-15 tahun, ibu kota akan aman dari penggenangan," kata dia.
