Prabowo Sebut Swasembada Pangan Jadi Senjata Hadapi Krisis Global

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pencapaian swasembada pangan menjadi modal utama sekaligus benteng pertahanan Indonesia dalam menghadapi potensi krisis global.
Prabowo menyampaikan, ketersediaan pangan merupakan faktor krusial. Dalam situasi krisis geopolitik maupun ekonomi dunia, kepemilikan dana yang cukup tidak menjamin suatu negara dapat mengimpor bahan pangan dari negara lain.
"Pangan saat ini bisa menjadi senjata. Dalam keadaan krisis, meskipun kita punya uang, belum tentu kita bisa membeli beras dari negara lain," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna 2 Tahun Pertama Pemerintahan Prabowo-Gibran, dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu, (21/10).
Prabowo mengungkapkan, kondisi ketahanan pangan Indonesia saat ini relatif terkendali. Ia mengeklaim keberhasilan menjaga swasembada pangan sebagai salah satu pencapaian strategis dalam dua tahun masa pemerintahannya.
"Kita bersyukur sudah mencapai swasembada pangan. Mampu melewati musim yang sangat sulit pada 2025-2026 dengan periode kekeringan yang cukup panjang, kita tetap bisa swasembada," ujarnya.
Lebih lanjut, Prabowo menyoroti ancaman perubahan iklim, termasuk dinamika fenomena El Nino dan La Nina yang menuntut kesiapan antisipasi pemerintah secara berkelanjutan.
Guna memitigasi risiko cuaca ekstrem tersebut, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah kontingensi untuk menjaga kesinambungan produksi pertanian nasional.
"Melalui pencapaian swasembada pangan ini, relatif kita memiliki daya tahan yang kuat," ucap Prabowo.
