Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Prabowo Siapkan Strategi Hadapi Tarif Impor 32 Persen dari AS
4 April 2025 10:10 WIB
·
waktu baca 3 menit
ADVERTISEMENT
Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi mengumumkan kebijakan tarif baru pada Rabu (2/4/2025), yang mencakup tarif dasar 10 persen untuk hampir semua barang impor serta tarif khusus 32 persen bagi beberapa negara, termasuk Indonesia.
ADVERTISEMENT
Mengantisipasi dampak kebijakan ini, Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan tiga strategi utama untuk menjaga ketahanan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global.
Menurut Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Noudhy Valdryno, Prabowo telah merancang langkah-langkah ini sejak awal masa kepemimpinannya.
1. Memperluas Mitra Dagang
Prabowo mengambil langkah strategis dengan memperluas jaringan mitra dagang Indonesia. Pada pekan pertama setelah dilantik, ia mengajukan keanggotaan Indonesia di BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan), yang mencakup 40 persen perdagangan global. Keanggotaan ini memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan internasional dan membuka peluang kerja sama baru.
Selain itu, Indonesia juga telah menandatangani berbagai perjanjian dagang multilateral, seperti Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), yang mencakup 27 persen perdagangan global, serta aksesi ke Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). Sejumlah perjanjian bilateral dengan negara-negara seperti Korea, Jepang, Australia, dan Uni Emirat Arab turut memperkokoh daya saing Indonesia di pasar global.
ADVERTISEMENT
2. Mempercepat Hilirisasi Sumber Daya Alam
Indonesia selama ini mengekspor banyak bahan mentah dengan nilai tambah yang rendah. Untuk mengatasi hal ini, Prabowo memprioritaskan hilirisasi industri guna meningkatkan nilai ekspor.
Contoh nyata kebijakan ini adalah sektor nikel, di mana ekspor nikel dan turunannya melonjak dari USD 3,7 miliar pada 2014 menjadi USD 34,3 miliar pada 2022. Pada 24 Februari 2025, Prabowo meluncurkan BPI Danantara, yang bertujuan mempercepat hilirisasi SDA strategis, termasuk mineral, batu bara, minyak, gas, perkebunan, perikanan, dan kehutanan. Dengan kebijakan ini, Indonesia diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada investasi asing serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja.
3. Memperkuat Konsumsi Domestik
Langkah ketiga Prabowo adalah memperkuat daya beli masyarakat melalui berbagai program sosial. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditargetkan mencapai 82 juta penerima manfaat pada akhir 2025, sementara pembentukan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) bertujuan memperkuat ekonomi desa dan membuka lapangan kerja baru.
ADVERTISEMENT
Dengan meningkatkan konsumsi domestik, yang mencakup 54 persen dari PDB Indonesia, strategi ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada impor tetapi juga mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurut Noudhy, dengan memperkuat hubungan dagang, mengoptimalkan SDA, dan meningkatkan konsumsi domestik, Indonesia dapat tetap tumbuh meskipun dalam situasi ekonomi global yang penuh tantangan.
Dengan strategi ini, Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo diharapkan tetap menjadi kekuatan ekonomi yang stabil dan optimistis di kawasan Asia Tenggara dan global.
“Dengan memperkuat hubungan dagang internasional, mengoptimalkan potensisumber daya alam, dan meningkatkan konsumsi dalam negeri, Presiden Prabowo membuktikan bahwa Indonesia dapat tetap tumbuh meskipun di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian,” kata Noudhy melalui keterangan tertulis, Kamis (4/4).