Prabowo Singgung Dana Desa Rp 1 M: Jembatan di Desa Harganya Mungkin Rp 400 Juta

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah pusat tak tinggal diam apabila pemerintah daerah dan pemerintah desa gagal merespons kebutuhan dasar masyarakat.
Dalam pidatonya pada acara Peluncuran Buku Bahlil Lahadalia di Jakarta, Jumat (7/8), Prabowo menyinggung program Dana Desa yang telah berjalan selama satu dekade dengan alokasi sekitar Rp 1 miliar per desa setiap tahun.
"Dana Desa sudah kita berikan sudah berjalan 10 tahun, Rp 1 miliar, satu desa, satu tahun. Jembatan di desa harganya mungkin Rp 400 juta, Rp 700 juta, Rp 800 juta, yang besar mungkin Rp 2 miliar, Rp 3 miliar,” kata Prabowo.
Prabowo menilai dengan anggaran Rp 1 miliar per tahun, kebutuhan infrastruktur dasar di desa semestinya dapat ditangani oleh pemerintah setempat.
"Sesungguhnya semua desa, semua pimpinan desa bisa memenuhi jembatan-jembatan itu, tapi oke kita tidak cari kambing hitam, tidak mempersoalkan masa lalu, selesai hari ini,” ujar Prabowo.
Prabowo menekankan keluhan rakyat harus ditangani. Ia mengaku bakal mengambil tindakan apabila keluhan masyarakat tidak kunjung mendapat solusi dari pemerintah daerah atau pemerintah desa.
"Kalau gubernur, kalau bupati, kalau kepala desa tidak bisa mengatasi teriakan rakyat di desa, kita tidak segan-segan, Presiden turun tangan, kita memenuhi apa yang diteriakin oleh rakyat,” ungkap Prabowo.
Selain itu, Prabowo juga memaparkan sejumlah program perbaikan fasilitas publik yang tengah dijalankan pemerintah. Ia menyebut 70 ribu sekolah telah direnovasi dan jumlahnya akan terus bertambah.
Tak hanya sekolah, pemerintah juga akan mempercepat renovasi fasilitas kesehatan yang kondisinya sudah tua. "Puskesmas di Indonesia, yang sudah 30 tahun lebih, tidak diperlukan kita akan perbaiki,” tutur Prabowo.
