Prabowo soal Rupiah Melemah: Rakyat di Desa Nggak Pakai Dolar Kok
·waktu baca 2 menit

Presiden Prabowo Subianto menanggapi persoalan nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini ia sampaikan dalam Peresmian Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5).
Menurutnya, sebagian besar masyarakat di daerah tidak menggunakan dolar AS dalam aktivitas sehari-hari sehingga dampaknya dinilai tidak terlalu langsung dirasakan.
“Jadi saya yakin sekarang ada yang selalu sebentar-sebentar Indonesia akan collapse, akan chaos, akan apa rupiah begini, dolar begini, orang rakyat di desa nggak pake dolar, kok,” kata Prabowo dalam sambutannya saat meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Sabtu (16/5).
Menurutnya, di tengah situasi global yang membuat banyak negara lain panik, kondisi Indonesia justru masih terpantau stabil dan baik-baik saja.
“Pangan aman, energi aman, banyak negara panik, Indonesia masih oke,” tutur Prabowo.
Kemudian dalam kesempatan yang berbeda, tepatnya saat meresmikan 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes), Prabowo menuturkan pihak yang lebih merasakan tekanan pelemahan rupiah adalah kalangan yang sering bepergian ke luar negeri maupun pelaku usaha. Meski demikian, ia tetap memastikan fundamental ekonomi Indonesia masih kuat.
“Yang pusing yang itu, yang suka ke luar negeri. Hayo siapa ini? Ekonomi kita kuat, fundamental kita kuat. Orang mau ngomong apa, ya, mau apa, Indonesia kuat,” ungkap Prabowo.
Adapun berdasarkan data Bloomberg pada Sabtu siang (16/5) pukul 13.23 WIB, satu dolar AS kini setara Rp 17.596.
