Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.99.0

ADVERTISEMENT
Presiden Prabowo Subianto menargetkan rasio penerimaan perpajakan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 15 persen pada tahun 2029. Target ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan pendapatan negara melalui reformasi fiskal yang komprehensif, tanpa mengabaikan stabilitas iklim investasi.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, pemerintah menekankan pentingnya peningkatan pendapatan negara secara optimal sesuai dengan potensi perekonomian nasional.
“Tercapainya peningkatan pendapatan negara yang optimal sesuai potensi perekonomian dengan tetap menjaga iklim investasi, didukung upaya untuk mewujudkan reformasi fiskal secara komprehensif melalui optimalisasi belanja negara, serta perluasan sumber dan pengembangan inovasi pembiayaan,” demikian tertulis dalam dokumen tersebut.
Dalam dokumen RPJMN 2025-2029, rasio penerimaan perpajakan terhadap PDB pada 2025 ditargetkan sebesar 10,24 persen. Selanjutnya, target rasio penerimaan perpajakan pada periode 2026 hingga 2029 berkisar antara 11,52 persen hingga 15 persen.
“Rasio penerimaan perpajakan terhadap PDB 2025 10,24 persen. Kemudian, target 2026-2029 11,52 persen sampai 15 persen,” bunyi dokumen tersebut.
ADVERTISEMENT
Target rasio pajak sebesar 15 persen di 2029 lebih kecil ketimbang target yang Prabowo canangkan saat kampanye. Kala itu, Prabowo menyebut pemerintah akan meningkatkan rasio pajak terhadap PDB hingga 16 persen. Saat ini rasio pajak Indonesia masih berada di level 10 persen dan dinilai masih rendah dibandingkan negara-negara tetangga.
Menurut Prabowo, rasio pajak di Thailand dan Malaysia di atas 16 persen, sementara di Vietnam dan Kamboja di kisaran 16-18 persen. Sehingga perlu ada pendekatan pemerintah yang bisa dilakukan untuk memperluas basis penerimaan pajak.
“Saya pikir ini bisa diselesaikan jika (rasio pajak) 10 persen kita dapat tingkatkan (ke) 16 persen,” ujar Prabowo dalam Mandiri Investment Forum 2024 di Hotel Fairmont Senayan, Selasa (5/3/2024).
ADVERTISEMENT
Prabowo mencontohkan, kenaikan rasio pajak 6 persen di Thailand dari PDB sekitar USD 1.500 miliar, artinya pajak yang diraup negara tersebut sekitar USD 90 miliar.
Ia menegaskan peningkatan rasio pajak sangat penting. Rasio perpajakan menjadi fokus pemerintahan yang ia akan pimpin sehingga ia meminta pandangan dari para pakar ekonomi.
“Ini yang saya ingin tanya ke para pakar ekonom di sini, tolong beri kita apa yang harus kita lakukan untuk meningkatkan tapi wider the tax player,” tutur Prabowo.