Kumparan Logo

Presidensi G20 Indonesia: Sejarah, Manfaat, dan Fokus Agenda yang Dibahas

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, menghadiri Opening Ceremony Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada Rabu malam (1/12). Foto: PPID DKI Jakarta
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, menghadiri Opening Ceremony Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada Rabu malam (1/12). Foto: PPID DKI Jakarta

Serangkaian acara Presidensi G20 Indonesia diselenggarakan sejak serah terima pada Oktober 2021. Untuk pertama kalinya, Indonesia menjadi tuan rumah di forum ekonomi terbesar di dunia tersebut.

G20 (group of twenty) merupakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) bidang ekonomi yang dibentuk pada tahun 1999. Sebagai forum internasional, G20 memiliki sejumlah agenda yang berfokus pada pemulihan ekonomi secara global.

Sesuai namanya, G20 beranggotakan 19 negara dan 1 Uni Eropa. Indonesia menjadi satu-satunya perwakilan negara berkembang dari kawasan Asia Tenggara dan dunia Islam dalam forum kerja sama ini.

Tentu, kesempatan ini membawa kabar baik bagi perekonomian bangsa. Agar lebih memahaminya, berikut penjelasan tentang sejarah, manfaat, serta fokus agenda yang dibahas pada Presidensi G20 Indonesia.

Sejarah G20 Indonesia

Mengutip Kamus Hubungan Internasional dan Hubungan Diplomasi karya Khasan Ashari (2020), G20 diresmikan pada tahun 1999. Mulanya, forum kerja sama ini dibentuk untuk mengatasi sejumlah masalah ekonomi akibat krisis global yang terjadi pada tahun 1997-1999.

Logo Presidensi G20 Indonesia 2022 di Bundaran HI, Jakarta, Jumat (21/1/2022). Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO

Para anggota bertekad mewujudkan stabilitas keuangan internasional melalui forum ini. Negara dengan pendapatan menengah dan memiliki pengaruh ekonomi secara sistemik pun turut dilibatkan, termasuk Indonesia.

Atas saran para Menteri Keuangan G7, para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara G20 mulai mengadakan pertemuan setiap musim gugur. Mereka membahas krisis keuangan global yang terjadi saat itu.

Sembilan tahun kemudian, yakni pada 14-15 November 2008, Presiden Amerika Serikat George W. Bush mengundang pemimpin negara-negara G20 dalam KTT pertama. Para pemimpin melakukan koordinasi terpusat dan sepakat melakukan pertemuan lanjutan.

Untuk mempersiapkan KTT setiap tahun, para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 melakukan beberapa kali pertemuan dalam setahun. Tidak hanya masalah ekonomi, G20 juga membahas isu infrastruktur, perubahan iklim, dan kemiskinan.

Manfaat G20 Indonesia

Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah KTT G20 tahun 2022. Presidensi ini dipegang selama satu tahun, terhitung sejak 1 Desember 2021 hingga November 2022 mendatang.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani (kiri) bersama Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam konferensi pers menutup pertemuan pertama tingkat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 di JCC, Jumat (18/02/2022) Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Kesempatan baik ini dapat memberi nilai tambah bagi pemulihan perekonomian Indonesia. Dikutip dari laman Bank Indonesia, berikut manfaat yang didapat Indonesia sebagai tuan rumah presidensi:

  • Meningkatkan ekonomi: Peningkatan konsumsi domestik meningkat hingga Rp1,7 triliun dan menciptakan kontribusi Rp7,4 triliun pada PDB Indonesia.

  • Membuka lapangan kerja: Acara G20 akan melibatkan UMKM, menyerap 33.000 tenaga kerja, dan menciptakan sekitar 700 ribu lapangan kerja baru.

  • Mempromosikan Indonesia: Penyelenggaraan forum G20 diprediksi akan meningkatkan wisatawan mancanegara 1,8 juta-3,6 juta.

  • Peran strategis: Indonesia akan berperan dalam mendesain kebijakan pemulihan ekonomi dunia yang berdampak positif pada ekonomi Indonesia.

Agenda G20 Indonesia

Secara umum, perhelatan G20 mengusung agenda utama yang dibagi dalam 5 pertemuan. Dirangkum dari laman Kementerian Keuangan, berikut adalah uraiannya:

  • Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 adalah  sebagai puncak dari proses pertemuan G20, yaitu rapat tingkat kepala negara/pemerintahan.

  • Pertemuan Tingkat Menteri/Ministerial Meetings sesuai sektor pembahasan dalam working groups.

  • Deputies and Sherpa Meetings. Deputies meetings adalah bagian dari Finance Track, sedangkan Sherpa Meetings adalah bagian dari Sherpa Track.

  • Pertemuan Kelompok Kerja/Working Groups Meetings adalah pertemuan yang beranggotakan para ahli dari negara G20, menangani isu-isu spesifik yang terkait dengan agenda G20 yang lebih luas, kemudian dimasukkan  ke dalam segmen kementerian dan KTT.

  • Engagement Groups Meetings adalah pertemuan forum dialog yang menjadi bagian dari G20, membahas isu tertentu secara khusus.

Menkeu RI Sri Mulyani Indrawati (kiri) bersama Menkeu Australia Josh Frydenberg saat melakukan bilateral di sela pertemuan tingkat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral Presidensi G20 Indonesia di JCC, Jakarta, Kamis (17/2/2022). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Indonesia sebagai tuan rumah merumuskan 6 fokus agenda yang akan dibahas dalam forum. Agenda ini berkaitan erat dengan tema Presidensi G20 Indonesia, yakni “Recover Together Recover Stronger”.

Melalui tema ini, Indonesia ingin mengajak seluruh dunia untuk bahu-membahu, saling mendukung untuk pulih bersama serta tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan. Berikut fokus agenda G20 Indonesia selengkapnya:

1. Sinkronisasi Exit Strategy

G20 melindungi negara-negara yang masih menuju pemulihan ekonomi dari efek limpahan (spillover) exit policy yang diterapkan oleh negara yang lebih dahulu pulih ekonominya. Contohnya pengaruh negara maju terhadap negara berkembang.

2. Mengatasi dampak berkepanjangan pandemi

G20 turut mengatasi dampak berkepanjangan (scarring effect) akibat pandemi Covid-19. Caranya dengan mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang lebih kuat di negara-negara anggota. G20 perlu meningkatkan produktivitas dan memperhatikan ketenagakerjaan, rumah tangga, sektor korporasi, dan sektor keuangan.

3. Penguatan sistem pembayaran di era digital

Menerapkan standar pembayaran lintas batas negara (CBP), serta prinsip-prinsip pengembangan CBDC (General Principles for Developing CBDC) secara global.

Layar menampilkan Presiden Joko Widodo memberikan pidato saat pertemuan tingkat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral atau Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (FMCBG) di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (17/2/2022). Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

4. Promosi pembiayaan yang berkelanjutan

Membahas risiko iklim dan transisi menuju ekonomi rendah karbon, serta sustainable finance (keuangan berkelanjutan) dari sudut pandang makro ekonomi dan stabilitas keuangan

5. Memperluas sistem keuangan yang inklusif

Memanfaatkan open banking untuk mendorong produktivitas dan mendukung ekonomi. G20 menerapkan kebijakan keuangan inklusif  bagi underserved community yang terdiri dari wanita, pemuda, dan UMKM, termasuk aspek lintas batas.

6. Perpajakan internasional

Membahas perpajakan internasional, utamanya terkait dengan implementasi Framework bersama OECD/G20. Isu yang dibahas yakni strategi perencanaan pajak yang disebut Base Erotion and Profit Shifting (BEPS).

Frequently Asked Question Section

Di mana KTT G20 Indonesia diadakan?

chevron-down

KTT G20 merupakan puncak kegiatan Presidensi Indonesia yang akan dilaksanakan di Bali pada 30-31 Oktober 2022.

Mengapa Singapura tidak masuk G20?

chevron-down

Meski masuk dalam negara maju, singapura tidak masuk G20 karena dua faktor yaitu angka Produk Domestik Bruto (PDB) dan kontribusi terhadap ekonomi dunia masih rendah, serta jumlah populasi masyarakat Singapura yang sedikit.

Apa itu Sherpa Track?

chevron-down

Sherpa Track adalah jalur pembahasan dalam forum G20 di bidang-bidang yang lebih luas di luar isu keuangan

Apa itu Finance Track?

chevron-down

Finance Track adalah jalur pembahasan dalam forum G20 yang berfokus pada fokus isu keuangan.

Apa saja isu yang dibahas dalam G20?

chevron-down

Forum G20 membahas dua arus isu yakni Finance Track dan Sherpa Track.