Kumparan Logo

Pria yang Mengaku Korban Skimming di Video Beredar Beri Klarifikasi

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
video youtube embed

Tim Asistensi Bawaslu Andi Maulana menjadi korban penipuan oleh seorang okum yang mengaku sebagai petugas Bank BRI. Uang di rekeningnya raib dibobol. Kejadian tersebut terjadi pada 14 Februari pukul 15.35 WIB, saat ia mendapat telepon dari seseorang yang mengaku sebagai petugas Bank BRI.

Namun, pengakuan Andi yang viral di sosial media bahwa dia menjadi korban skimming BRI, ternyata tidak benar. Andi mengklarifikasi pernyataannya, ternyata uangnya hilang karena dia memberikan data kartu debit kepada orang yang menelepon, bukan karena skimming.

instagram embed

"Jadi saya mendapatkan telepon dari nomor 082178690507 yang mengaku sebagai petugas Bank BRI," kata Andi di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (16/3).

Saat itu, si penelepon menanyakan beberapa pertanyaan kepada Andi, mulai dari nama lengkap hingga nomor kartu ATM. Andi mengaku apa yang ditanyakan oleh petugas tersebut benar sehingga dia membenarkan pertanyaan tersebut.

"Apa yang dia tanyakan sesuai semua, makanya saya bilang ya. Bahkan saya sampai memberikan kode OTP (On Time Password) bank kepada petugas tersebut," ucap Andi.

Tidak lama setelah percakapan tersebut, Andi mendapatkan pesan dari pihak BRI. Dalam pesan tersebut dijelaskan bahwa Andi telah melakukan transaksi sebesar Rp 1 juta.

Karena Andi tidak merasa telah melakukan transksi, ia langsung menelepon petugas Bank BRI untuk meminta kejelasan dan tanggung jawab. Namun, pihak bank enggan untuk bertanggung jawab karena itu kelalaian pribadi.

"Akibat kejadian tersebut, saya sempat emosi dan menduga telah menjadi korban oleh pihak BRI dengan modus kejahatan 'ya' atau 'tidak'. Saya juga telah melontarkan kalimat yang tidak pantas kepada pihak BRI," ujar Andi.

Rilis anggota Bawaslu soal skimming Bank BRI (Foto: Fadjar Hadi/kumparan)

Andi baru menyadari bahwa ia telah menjadi korban penipuan karena kesalahan pribadinya. Ia lalu meminta maaf kepada pihak BRI terkait ucapannya dalam video yang telah beredar luas di masyarakat.

"Secara pribadi saya meminta maaf atas video tersebut yang dianggap telah mengganggu dan meresahkan masyarakat. Ini akan menjadi pelajaran bagi saya ke depannya agar lebih berhati-hati dalam berbicara," ujar Andi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menanggapi kejadian yang menimpa Andi. Ia meminta agar masyarakat lebih waspada saat mendapatkan telepon atau informasi dari pihak yang tidak dikenal.

"Jadi saya sampaikan kepada masyarakat ini edukasi sebagai pembelajaran, bahwa kalau menemukan video ajakan itu dicek dulu kebenarannya. Secara logika betul atau tidak, tentu harus meningkatkan kewaspadaan," ujar Argo.