Kumparan Logo

Prima Multi Usaha (PMUI) Resmi IPO, Tawarkan 1,16 Miliar Lembar Saham Baru

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pencatatan Saham Perdana PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI) di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (10/7/2025). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pencatatan Saham Perdana PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI) di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (10/7/2025). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan

PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Initial Public Offering (IPO) hari ini, Kamis (10/7).

PMUI adalah perusahaan ke-22 yang melantai di BEI tahun 2025, yang bergerak di bidang telekomunikasi dan konsultasi manajemen.

Saat pencatatan perdananya, saham PMUI dibuka turun 5,56 persen atau minus 10 poin dan bertengger pada level Rp 170.

Perusahaan ini menawarkan 1.160.000.000 lot saham baru, besaran saham itu setara dengan 20 persen dari modal disetor dan ditempatkan perseroan, dengan harga penawaran Rp 180 per saham.

Dana hasil IPO ini bakal digunakan Perseroan sekitar 44,39 persen untuk modal kerja Perseroan berupa pembelian persediaan.

Sekitar 29,27 persen akan digunakan untuk memberikan pinjaman kepada Entitas Anak, PT Graha Prima Mentari Tbk dengan suku bunga pinjaman 9 persen dan jangka waktu pinjaman 5 tahun.

Selanjutnya, mengingat rencana ekspansi yang akan dilakukan Perseroan setelah penawaran umum, dana yang dikembalikan dari pelunasan pinjaman akan dimanfaatkan sebagai modal kerja, khususnya untuk mendukung pengembangan usaha.

Dan, sekitar 26,34 persen akan digunakan untuk pembelian tanah dan bangunan milik pihak afiliasi Perseroan yaitu Agus Susanto yang merupakan direktur utama sekaligus pemegang saham Perseroan. Tanah dan bangunan tersebut berlokasi di Jl. Tuparev No. 87 A, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Direktur Utama PMUI, Agus Susanto, mengatakan langkah perusahaan untuk masuk ke BEI lewat IPO adalah bagian dari strategi untuk meningkatkan kapasitas pendanaan dan mendorong tata kelola perusahaan ke tingkat yang lebih baik.

“Kami optimistis dengan prospek bisnis yang dijalankan Perseroan saat ini, seiring dengan pertumbuhan sektor telekomunikasi dan kebutuhan akan konsultasi manajemen yang profesional di Indonesia,” ujar Agus saat pencatatan saham di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (10/7).

Adapun, PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia bertugas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

instagram embed