Kumparan Logo

Produk AS Bebas Bea Masuk, Pemerintah Maksimalkan Porsi Belanja Barang Lokal

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri UMKM Maman Abdurrahman saat Acara Inabuyer 2025, di Gedung Smesco Jakarta, Rabu (23/7/2025). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri UMKM Maman Abdurrahman saat Acara Inabuyer 2025, di Gedung Smesco Jakarta, Rabu (23/7/2025). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan

Pemerintah menyiapkan strategi untuk memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ini dilakukan mengantisipasi makin banyaknya produk asal Amerika Serikat (AS) yang masuk ke Indonesia karena bebas bea masuk.

Salah satu langkah utama yang ditekankan adalah optimalisasi kewajiban belanja pemerintah pusat dan daerah sebesar 40 persen untuk produk UMKM.

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, mengatakan kebijakan belanja 40 persen oleh kementerian dan lembaga merupakan implementasi dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2021.

Aturan tersebut mengamanatkan bahwa pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, wajib mengalokasikan 40 persen dari belanja barang dan jasanya kepada pelaku UMKM.

“Kalau 40 persen betul-betul 100 persen diimplementasikan menggunakan produk lokal kita, artinya ekonomi bisa bergerak,” ujar Maman.

instagram embed

Kata Maman, langkah ini sangat penting di tengah kesepakatan tarif dengan AS. Sebab, dalam perjanjian tersebut, tarif atas barang Indonesia ke AS diturunkan dari 32 persen menjadi 19 persen, namun sebagai gantinya Indonesia harus membuka pasar domestik lebih luas untuk produk AS tanpa bea masuk.

“Ini kan apa yang ada di program Inabuyer ini kan sebetulnya implementasi dari PP Nomor 7, apa itu? Itu kan sebetulnya memperkuat market pasar. Itu kan membuka market pasar,” lanjutnya.

Maman mencontohkan, kebutuhan pemerintah seperti AC dan kendaraan operasional yang saat ini masih banyak diimpor seharusnya bisa mulai dipenuhi dari produksi dalam negeri.

“Berarti kan tinggal bagaimana caranya memastikan produsen-produsen apa pun barang-barang merek AC itu betul-betul bisa diproduksi dalam negeri. Itu kan salah satu contoh,” jelasnya.