Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.103.0
Produsen Beras HOKI Jajaki Produksi Listrik dari Kulit Padi
5 Juni 2018 18:45 WIB
Diperbarui 14 Maret 2019 21:08 WIB

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Menurut Direktur Utama PT Buyung Poetra Sembada Sukarto Bujung, pembangkit listrik dengan kulit padi ini merupakan pembangkit pertama yang ada di Indonesia. Adapun pembangkit listrik ini termasuk ke dalam energi terbarukan.
"Selama ini kalau di Jawa bisa diserap oleh pabrik semen atau pabrik baja untuk bakar tungkunya. Tapi kalau di Sumatera Selatan mereka rata-rata pabrik semen pakai batubara. Sedangkan kalori pembakaran dari kulit padi cukup tinggi sekitar 3.500 kkal," kata Bujung di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (5/6).
Bujung bercerita, mendapat ide pengembangan pembangkit listrik dari kulit padi tersebut dari Filipina dan India. Ia berharap, dengan adanya pembangkit listrik ini bisa mengurangi sampah-sampah kulit padi khususnya dari pabrik miliknya di Sumatera Selatan.
ADVERTISEMENT
"Selama ini kulit padi di buang-buang saja. Jadi nanti semua bisa dimanfaatkan dan enggak ada yang noise. Daripada beli listrik dari luar mending bikin sendiri," jelasnya.

Dikatakan Bujung, untuk pembangunan satu pembangkit listrik berkapasitas 35 MW diperlukan investasi Rp 60-70 miliar. Ia berharap, di akhir 2019 pabrik tersebut sudah mulai diujicobakan.
"Kita juga ada proyek pembangkit listrik dari kulit padi. Itu sedang garap, istilahnya kita sudah proses pembangunan. Tahun ini sebagian investasi selesai, dan akhir tahun depan bisa commisioning," jelasnya.