Kumparan Logo

Produsen Keripik Raih Laba Rp 6,2 Triliun, Sahamnya Melonjak Drastis

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Produk sereal dari Kellogg's. (Foto: REUTERS/Arnd Wiegmann)
zoom-in-whitePerbesar
Produk sereal dari Kellogg's. (Foto: REUTERS/Arnd Wiegmann)

Kamu penggemar berat kudapan keripik kentang asin Pringles? Kalau makin sering belanja jenis camilan yang satu ini, tak mengherankan jika produsennya, Kellogg’s, meraih laba bersih mentereng sepanjang kuartal I 2018.

Dikutip dari Reuters, produsen aneka makanan dan sereal itu mencatatkan laba tiga bulan pertama ditahun ini sebesar USD 444 juta atau setara Rp 6,2 triliun (dengan kurs saat ini Rp 13.900). Angka itu naik pesat hingga 40% dibandingkan laba bersih kuartal I setahun lalu yang sebesar USD 266 juta..

Emiten di Wall Street dengan kode K itu pun, mencatatkan raihan laba per saham sebesar USD 1,23 per saham, di atas estimasi rata-rata USD 1,08. Dengan kinerja cemerlang, saham Kellogg’s naik 2% menjadi USD 57,74 pada awal perdagangan Kamis (3/5) waktu Amerika Serikat.

Selain keripik kentang Pringles yang produknya cukup populer di Indonesia, Kellogg’s juga memproduksi berbagai jenis sereal, cokelat, dan berbagai makanan lainnya. Perusahaan yang bermarkas di Michigan ini, baru saja menginvestasikan USD 400 juta di Afrika, untuk memperkuat penguasaan pasar di wilayah tersebut.

Pringles Potato Chips. (Foto: Shutterstock)
zoom-in-whitePerbesar
Pringles Potato Chips. (Foto: Shutterstock)

Strategi ekspansi keluar negeri dilakukan, setelah penjualan sereal di Amerika Serikat menurun, akibat banyaknya produk sejenis yang dihasilkan produsen lain. "Sereal AS tetap menjadi tantangan, tetapi kami senang melihat tanda-tanda stabilisasi pada kuartal terakhir ini," kata analis dari perusahaan manajemen investasi Edward Jones, Brittany Weissman.

Investasi di Nigeria melalui Tolaram Africa Foods akan memberi Kellogg’s akses lebih besar ke pasar Afrika barat. Dengan strategi ekspansi tersebut, perusahaan yang sudah berdiri sejak 106 tahun lalu bisa meraih pertumbuhan penjualan sebesar 5%.