Produsen Minyak Bimoli (SIMP) Untung Rp 297 M di Kuartal I, Melonjak 180 Persen
·waktu baca 2 menit

Emiten sawit Salim Group sekaligus produsen minyak goreng Bimoli, PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), mencatat kenaikan laba bersih sebesar Rp 297,22 miliar di kuartal pertama 2022. Laba bersih ini melonjak 180,67 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibanding kuartal I tahun 2021 sebesar Rp 105,9 miliar.
“Kenaikan laba bersih terutama berasal dari naiknya laba usaha dan penurunan beban keuangan yang sebagian diimbangi oleh kenaikan beban pajak penghasilan,” ujar manajemen SIMP yang dikutip Kamis (2/6).
Grup SIMP mencatat penjualan sebesar Rp 4,04 triliun, turun 14 persen yoy dibanding kuartal I 2021 sebesar Rp 4,69 triliun. Perolehan penjualan lebih rendah disebabkan turunnya volume penjualan produk sawit dan produk minyak dan Lemak Nabati (EOF) walaupun terdapat kenaikan harga jual rata-rata produk sawit dan produk EOF. Penjualan produk EOF berkontribusi 76 persen terhadap total penjualan grup SIMP.
Pada kuartal I 2022, produksi Tandan Buah Segar (TBS) sawit inti turun 14 persen yoy menjadi 589 ribu ton. Penurunan ini diakibatkan pengaruh cuaca yang tidak mendukung dan kegiatan replanting. Seiring penurunan produksi TBS inti dan eksternal, total produksi CPO turun 18 persen yoy menjadi 142 ribu ton.
Sejalan penurunan produksi, volume penjualan CPO turun 38 persen yoy menjadi 102 ribu ton. Kemudian volume penjualan produk PK turun 18 persen yoy menjadi 34 ribu ton. Grup SIMP mencatat laba bruto sebesar Rp 1,34 triliun atau naik 28 persen, laba usaha Rp 886 miliar atau naik 47 persen, dan EBITDA Rp 1,14 triliun atau naik 28 persen. Core profit naik 151 persen menjadi Rp 544 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim, total aset yang dimiliki SIMP mencapai Rp 37 triliun. Total aset ini lebih tinggi dibanding per akhir Desember 2021 sebesar Rp 35,97 triliun. Sedangkan total liabilitas tercatat sebesar Rp 16,8 triliun.
