Produsen Motor Listrik Asal China, Sunra, Bidik Pangsa Pasar RI
·waktu baca 2 menit

Produsen motor listrik asal China, Sunra, optimistis bisa ambil peluang di pasar Indonesia. Chairman Sunra Group, Zhang Chongshun, mengatakan bahwa hal tersebut karena Indonesia merupakan negara yang memiliki komitmen mendukung net zero emission (NZE) pada 2060.
"Sebagai negara dengan jumlah populasi terbesar dan perkembangan ekonomi yang baik, Indonesia memiliki peran penting di Kawasan ASEAN untuk pasar motor listrik," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (26/5).
Zhang menjelaskan, Sunra mengedepankan pengembangan produk berbasis penelitian pada 11 tipe kendaraan berteknologi tinggi, seperti Dream, Legend, Future, K5, K6, Q5, M3, QA 12.0, Hepburn, Moon dan Aurora. Kendaraan ini memiliki kekuatan baterai mulai dari 600 watt hingga 8.000 watt untuk memenuhi beragam kebutuhan dan selera konsumen Indonesia.
"Produk Q5 menjadi produk andalan Sunra di pasar Indonesia. Q5 mampu menempuh jarak maksimal hingga 70 km dengan maksimum speed 58 km per jam, dilengkapi dengan motor 1.200 watt yang lebih bertenaga dan ban 3.0-10 untuk berkendara lebih aman, Q5 cocok untuk mobilitas tinggi sehari-hari masyarakat perkotaan," katanya.
Menurut dia, subsidi motor listrik yang diberikan oleh pemerintah Indonesia saat ini membuat biaya motor listrik lebih efektif. Sunra juga memiliki tipe Dream yang akan diproduksi untuk pasar Indonesia, yang dirancang mampu menempuh jarak hingga 120 km dengan kecepatan maksimum 120 km per jam.
“Sunra berkomitmen memfasilitasi kebutuhan dan gaya hidup individu perkotaan yang memiliki mobilitas tinggi dengan cara yang efektif dan ramah lingkungan dan berharap dapat memberi kontribusi signifikan kepada cita-cita pemerintah,” jelas Zhang.
Sunra juga telah membangun pabrik di Kendal, Jawa Tengah. Zhang bilang, hal ini akan mampu meningkatkan kinerja perusahaan, menjamin layanan purna jual di Indonesia, dan menjaga ketersediaan suku cadang.
Menurut data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AIS) penjualan kendaraan roda dua di Indonesia mencapai 6 juta lebih sepanjang tahun 2023, naik 19,44 persen dibandingkan tahun 2022.
Pemerintah telah mengambil berbagai langkah untuk mempercepat perkembangan industri motor listrik.Salah satunya dengan menambah subsidi pada program konversi motor berbasis Bahan Bakar Minyak (BBM) ke motor listrik menjadi sebesar Rp 10 juta, yang dapat dimanfaatkan oleh individu, kelompok masyarakat, maupun lembaga pada tahun ini.
Kenaikan subsidi diharapkan dapat mendongkrak jumlah pengguna. Sedangkan untuk pembelian sepeda motor listrik baru, besaran subsidi tetap sebesar Rp 7 juta per unit. "Sunra berharap peningkatan subsidi akan meningkatkan jumlah pengguna sepeda motor listrik. Adapun target penjualan motor listrik yang ditetapkan oleh pemerintah melalui program subsidi mencapai 50.000-unit pada 2024," tambahnya.
