Produsen Pisang Asal Lampung Ini Ekspor 5.000 Ton Pisang ke Jepang

Indonesia tidak hanya doyan mengimpor tetapi juga rajin mengekspor produk hortikultura, misalnya buah-buahan. Bahkan salah satu buah tropis Indonesia yaitu pisang asal Lampung diminati masyarakat Jepang.
Salah satu produsen pisang skala industri PT Nusantara Tropical Farm (NTF) tahun lalu mampu mengekspor 400.000 box pisang ke Jepang. Bila dirinci jumlahnya mencapai 5.000 ton.
"Coba untuk sedikit menambah persentase retribusi kami di Jepang. Jepang kan menyuplai produk yang namanya consumer pack jadi dibungkus satu-satu kecil-kecil. Nah tahun kemarin kita baru bisa masukkan 400.000 box. Tonasenya sekitar 5.000 sekian ton," ungkap Direktur PT Nusantara Tropical Farm Stefanus Manukiley saat ditemui kumparan di Perkebunan NTF Bandar Lampung, Lampung, Sabtu (14/1).

Stefanus menambahkan pangsa pasar pisang di Jepang cukup besar. Di tahun ini, NTF berencana mengekspor 11.000 ton pisang ke Negeri Sakura itu.
"Tapi tahun ini kita akan double, sekitar 11.000 ton," tambahnya.
Selain pasar Jepang, NTF juga akan memaksimalkan penjualan pisang di pasar dalam negeri. Kawasan Indonesia bagian timur dibidik. Namun pisang yang dikirim NTF ke Indonesia timur bukanlah dari Lampung. NTF berencana akan membangun perkebunan pisang skala industri di Kalimantan atau di Blitar, Jawa Timur.
"Kita ada lahan di Blitar karena di sana paling tidak bisa menjaga kualitas. Kalau pisang dikirim dari Lampung ke Surabaya, itu kesegaran akan jauh berkurang. Kalau ada kebun di sana, maka distribusi di Jawa Timur, Bali, maupun sekitar Kalimantan akan jauh lebih mudah dan kualitas akan lebih baik. Indonesia bagian timur sendiri ada rencana tanam pisang di Kalimantan, detilnya nanti," tutur Stefanus.
