Profil Bimo Wijayanto, Alumnus Taruna Nusantara yang Jadi Dirjen Pajak Baru
·waktu baca 2 menit

Presiden Prabowo Subianto menunjuk Bimo Wijayanto menjadi Direktur Jenderal Pajak yang baru. Dia akan menggantikan posisi Suryo Utomo.
Jabatan baru itu diungkapkan sendiri oleh Bimo yang baru keluar dari Istana Presiden, Jakarta, Selasa (20/5). Dia mengaku akan dilantik secepatnya.
"Untuk pelantikan dan segala macam menunggu arahan dari Ibu Menteri Keuangan," katanya.
Bimo pernah menduduki berbagai posisi di pemerintahan. Pada September 2020-Desember 2024, dia pernah menjadi Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Indonesia di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Dia juga pernah menjadi Asisten Deputi Investasi Strategis, Kedeputian Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Indonesia di Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi pada Januari 2016-Agustus 2020
Bimo juga pernah menjadi Tenaga Ahli Utama Kedeputian Bidang Politik Hukum dan Keamanan dan Kedeputian bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Sosial, Budaya dan Ekologi Strategis Indonesia di Kantor Staf Presiden pada September 2014-Juli 2015
Di Kementerian Keuangan, dia pernah menjadi Analis Senior Center for Tax Analysis (CTA) Direktorat Jenderal Pajak Indonesia pada September 2014-Juli 2015.
Dari sisi latar belakang pendidikan, Bimo merupakan alumni Sekolah Menengah Atas atau SMA Taruna Nusantara pada 1995. Dia merupakan sarjana (S1) Akuntansi di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan lulus pada 2000. Selanjutnya, dia meneruskan studi hingga tamat jenjang Master of Business Administration (MBA) di University of Queensland, Australia pada 2005.
Dia mendapatkan Postdoctoral Fellowship melalui Hadi Soesastro Prize di Duke University, Australia, pada Februari-September 2014. Sebelumnya, dia juga kuliah S3 dan mendapatkan gelar Ph.D bidang ekonomi di University of Canberra.
