Kumparan Logo

Profil Mahendra Siregar dan Cyril Noerhadi, Calon Ketua DK OJK 2022-2027

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana fit and proper test bagi calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Komisi XI DPR.
 Foto: Moh Fajri/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana fit and proper test bagi calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Komisi XI DPR. Foto: Moh Fajri/kumparan

Komisi XI DPR RI akan menggelar fit and proper test atau uji kepatutan dan kelayakan Calon Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) periode 2022-2027 mulai hari ini, Rabu (6/4).

Ada dua nama yang lolos menjadi calon Ketua DK OJK pilihan Presiden Jokowi, yaitu Mahendra Siregar dan Cyril Noerhadi. Berikut profil kedua calon tersebut selengkapnya.

Mahendra Siregar

Tidak asing lagi di pemerintahan, Mahendra Siregar saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri sejak 25 Oktober 2019. Namun sebelum itu, Mahendra juga sudah menduduki sederet kursi kementerian/lembaga bahkan direksi dan komisaris.

Mahendra Siregar lahir di Jakarta, 17 Oktober 1962. Sejak lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, dia berkarier di Departemen Luar Negeri sebagai Economic Third Secretary Kedutaan Besar Indonesia di London (1992–1995) dan duta informasi Kedutaan Besar Indonesia di Washington D.C. selama 3 tahun (1998–2001).

Selanjutnya, Mahendra bergabung dengan Kementerian Koordinator Perekonomian pada 2001. Ia dipercaya menjadi Asisten Khusus Menteri Koordinator Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro-Jakti saat itu.

Pertemuan Wamenlu RI Mahendra Siregar dan Wamenlu AS Wendy Sherman di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (31/5). Foto: Kemenlu RI

Mahendra yang juga lulusan S2 Ekonomi dari Universitas Monash, Australia, ini kemudian dipercaya menjadi Deputi Menko Perekonomian Bidang Kerjasama Ekonomi dan Pembiayaan Internasional dari tahun 2005 hingga 2009.

Pada bidang perbankan, Mahendra juga pernah menempati posisi sebagai Direktur Utama Indonesia Eximbank. Ia juga pernah menjabat komisaris beberapa perusahaan yaitu PT Dirgantara Indonesia (2003–2008) dan PT Aneka Tambang (2008–2009).

Kemudian, Mahendra ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menempati posisi sebagai Wakil Menteri Perdagangan mendampingi Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu (2009-2011). Setelah itu, Mahendra pun dipercaya menempati posisi Wakil Menteri Keuangan (2011-2013).

Pada 1 Oktober 2013, Mahendra dipilih untuk menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) hingga 27 November 2014. Lalu pada 2018 ia ditunjuk sebagai Duta Besar untuk Amerika Serikat di Washington, DC, sebelum akhirnya menjadi Wakil Menteri Luar Negeri.

Darwin Cyril Noerhadi

Darwin Cyril Noerhadi. Foto: anj-group

Pria kelahiran 11 April 1961 tersebut aktif di jajaran direksi dan komisaris berbagai instansi keuangan. Darwin meraih gelar doktor di bidang Strategic Management (cumlaude) dari Universitas Indonesia, MBA bidang Keuangan dan Ekonomi dari University of Houston, dan Sarjana Teknik dari Institut Teknologi Bandung.

Darwin mengawali kariernya sebagai Konsultan & Peneliti di Harvard Institute for International Development (HIID), menjabat di Departemen Keuangan.

Adapun sejak 27 Januari 2021, Darwin dilantik sebagai Dewan Pengawas Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA) bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN Erick Thohir, dan dua Dewan Pengawas independen lainnya yaitu Haryanto Sahari dan Yozua Makes.

Selain itu, Darwin tercatat menjadi Komisaris di RS Hermina. Ia juga menjabat sebagai Komisaris Utama (Independen) PT Mandiri Sekuritas, Komisaris (Independen) PT Austindo Nusantara Jaya Tbk, dan Direktur Utama/Senior Managing Director Creador Indonesia.

Sebelumnya, Darwin pernah menjabat sebagai Managing Director/CFO PT Medco Energy Internasional Tbk, serta Partner PricewaterhouseCoopers (PwC) Indonesia, salah satu Kantor Akuntan Publik (KAP) terkemuka, sebagai Corporate Finance.

Darwin juga sempat berkarier di dunia pasar modal, yaitu sebagai Direktur Utama PT Bursa Efek Jakarta, Direktur Utama PT KDEI (Kliring Deposit Efek Indonesia), dan Executive Director PT Danareksa.