Kumparan Logo

Profil Nyoman Nuarta, Perancang Istana Garuda di Ibu Kota Baru

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Nyoman Nuarta di NuArt Sculpture Park, Bandung Foto: Helinsa Rasputri/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Nyoman Nuarta di NuArt Sculpture Park, Bandung Foto: Helinsa Rasputri/kumparan

Nama Nyoman Nuarta semakin dikenal setelah desain Istana Garuda di ibu kota baru viral di media sosial. Desain istana rancangannya dikabarkan telah disetujui Presiden Jokowi. Hal itu diungkapkan sendiri oleh Nyoman Nuarta.

"Desain istana IKN (Ibu Kota Negara) yang telah final disambut dengan sukacita dan telah disetujui Presiden," demikian tulis Nyoman Nuarta di akun instagramnya dikutip Rabu (5/1).

Seniman patung yang dikenal antara lain lewat karyanya yakni Garuda Wisnu Kencana itu, menjelaskan desain Istana Presiden di ibu kota baru tersebut, sebelumnya telah dipresentasikan di hadapan Presiden. Dalam paparan itu, ujarnya, Jokowi didampingi sejumlah pejabat terkait.

"Gambar sewaktu saya mendapat undangan presentasi di Istana Merdeka tanggal 3 januari 2021. Bersama Mensesneg, Menteri PUPR, dan Ibu Dirjen Cipta Karya," ujarnya.

Desain istana kepresidenan di ibu kota baru karya Nyoman Nuarta, yang sudah disetujui Presiden Jokowi Foto: Dok. Nyoman Nuarta

Siapa Nyoman Nuarta?

Pria kelahiran Tabanan 70 tahun lalu ini adalah alumni jurusan Seni Patung Institut Teknologi Bandung (ITB) 1979. Dikutip dari nuartsculpturepark.com, Nuarta tumbuh dekat dengan alam dan belajar pentingnya menjaga keharmonisan antara manusia dan Sang Pencipta, manusia dengan alam, dan hubungan manusia dengan manusia (Tri Hita Kirana). Karena itu, sebagian besar karyanya mencerminkan filosofi kehidupan Bali yang sangat penting ini.

Karier profesional Nuarta dimulai saat masih mahasiswa. Ia bergabung dengan Gerakan Seni Rupa Baru Indonesia pada tahun 1977 dan aktif berpartisipasi dalam pameran kelompok.

Nyoman Nuarta Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Namanya mulai populer setelah ia memenangkan kompetisi Tugu Proklamator Indonesia pada tahun 1979, tepat sebelum ia lulus dari ITB. Nuarta ditunjuk untuk membangun patung Soekarno, presiden pertama Indonesia.

Tidak lama kemudian, nama Nyoman Nuarta mulai mencuat dan segera mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu pematung modern terkemuka di Indonesia dengan menciptakan berbagai mahakarya dan membangun patung monumental seperti “Arjuna Wijaya” di Jakarta, “Jalesveva Jayamahe” setinggi 60 meter, bertempat di kompleks pangkalan Angkatan Laut di Surabaya, dan proyek paling ambisiusnya "Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana" atau GWK di Bali.

Pemrakarsa Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) Nyoman Nuarta berfoto dengan latar belakang Patung GWK di Ungasan, Badung, Bali, Selasa (31/7). Foto: Antara/Fikri Yusuf

Karya-karyanya tersebar di Indonesia, Singapura, Filipina, Spanyol, Australia dan banyak negara lainnya.

Nyoman Nuarta sekarang tinggal di Bandung bersama istri dan keluarganya, mengepalai PT Siluet Nyoman Nuarta dengan 250 personelnya dari berbagai latar belakang akademis, membangun karya seni dan proyek.