Kumparan Logo

Profil PLN Batubara, Anak Usaha PLN yang Mau Dibubarkan Luhut dan Erick Thohir

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kolase foto Menteri BUMN Erick Thohir dan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: kumparan dan Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Kolase foto Menteri BUMN Erick Thohir dan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: kumparan dan Reuters

Buntut krisis batu bara yang dialami PT PLN (Persero), Menteri BUMN Erick Thohir dan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan menyatakan akan membubarkan salah satu anak usaha PLN, yaitu PLN Batubara.

Erick menyebut anak perusahaan ini memperumit birokrasi di PLN. Ia menegaskan bahwa efisiensi harus dilakukan di PLN.

“PLN Batubara kan anak usaha. Visi BUMN ke depan yaitu mengurangi jumlah anak cucu perusahaan, apalagi yang tidak diperlukan,” ujarnya di Kementerian BUMN, Kamis (6/1).

Erick dan Luhut mengungkapkan bahwa ternyata sebagian besar pasokan batu bara untuk pembangkit listrik PLN dibeli dari trader alias makelar. Hal ini menjadi salah satu penyebab PLN mengalami krisis batu bara saat harga di pasar global melambung tinggi.

Tongkang batu bara terlihat sedang mengantri untuk ditarik di sepanjang sungai Mahakam di Samarinda, provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Foto: REUTERS/Willy Kurniawan

Untuk pengamanan pasokan dalam jangka panjang, Luhut memerintahkan PLN supaya membuat kontrak jangka panjang secara langsung dengan produsen-produsen batu bara. Tidak boleh lagi beli lewat makelar. Karena itu, PLN Batubara juga akan dibubarkan.

Merespons arahan ini, Executive Vice President Corporate Communication and CSR PT PLN (Persero) Agung Murdifi menyatakan bahwa pihaknya siap menjalankan.

"Terkait entitas anak perusahaan dalam hal ini PLN Batubara tentunya PLN akan menjalankan keputusan Pemerintah selaku pemegang saham," kata Agung kepada kumparan, Rabu (12/1).

Profil PLN Batubara

Dikutip dari laman resminya, PLN Batubara didirikan pada 11 Agustus 2008 dengan tujuan mengamankan pasokan batu bara untuk PLTU PLN Grup dengan harga yang efisien. Pada 2020, PLN Batubara memasok 24,94 juta ton batu bara untuk 49 PLTU.

Anak usaha PLN ini memiliki 5 tambang batu bara melalui anak usaha dan perusahaan afiliasi. PLN Batubara juga berbisnis trading batu bara dan investasi.

Ekskavator menumpuk batu bara di area penyimpanan di Pembangkit Listrik Indonesia di Suralaya, di provinsi Banten. Foto: Reuters

Perusahaan tambang yang digenggam PLN Batubara adalah PT Jambi Prima Coal dengan kepemilikan 60 persen saham, PT Bangun Persada Jambi Energi (80 persen), dan PT Mahakarya Abadi Prima (80 persen). Total cadangan batu bara dari ketiganya diperkirakan mencapai 115 juta ton.

Sedangkan untuk trading ada PT PLN Batubara Niaga. Lalu untuk investasi ada PT PLN Batubara Investasi. Selain itu ada juga perusahaan afiliasi yang bergerak di sektor infrastruktur hingga pengangkutan batu bara.

Pada 2020, total aset PLN Batubara mencapai Rp 7,71 triliun. Pendapatan perusahaan sebesar Rp 16,35 triliun dengan laba Rp 342,11 miliar.