Profil Suroso Isnandar, Doktor ITB yang Kini Jadi Dirut PLN

Suroso Isnandar resmi diangkat menjadi Direktur Utama PT PLN (Persero), menggantikan Darmawan Prasodjo dalam perombakan jajaran direksi perusahaan setrum negara tersebut melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (14/10).
Sebelum menduduki posisi tersebut, Suroso menjabat sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN sejak 2025.
Dikutip dari akun LinkedIn pribadinya, Kamis (15/10), dia memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun berkarier di PLN dan pernah menduduki sejumlah posisi strategis, termasuk Direktur Manajemen Risiko, Kepala Unit Digital dan Teknologi Informasi, General Manager di unit operasional, serta Vice President Perencanaan Sistem.
Pengalaman tersebut membuat perjalanan kariernya bersinggungan dengan berbagai aspek bisnis kelistrikan, mulai dari perencanaan sistem, transformasi digital, hingga tata kelola dan mitigasi risiko perusahaan.
Di luar PLN, Suroso juga menjabat sebagai Ketua Indonesia Smart Grid Initiative (PJCI). Organisasi ini berfokus pada pengembangan teknologi jaringan listrik pintar atau smart grid untuk mendukung sistem kelistrikan yang lebih modern dan berkelanjutan.
Lulusan Doktor ITB, Dalami Manajemen Risiko
Suroso memiliki latar belakang pendidikan di bidang teknik elektro dan sistem tenaga listrik. Ia meraih gelar doktor atau Doctor of Philosophy (PhD) di bidang Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada April 2025, dengan predikat Magna Cum Laude.
Sebelumnya, ia menyelesaikan pendidikan magister di bidang Power Engineering and Management di University of Abertay Dundee, Inggris, pada 1999. Ia juga merupakan lulusan sarjana Teknik Elektro bidang Teknik Tenaga Listrik dari ITB.
Selain pendidikan formal, Suroso memiliki sejumlah sertifikasi profesional yang berkaitan dengan manajemen risiko, kepatuhan, tata kelola perusahaan, dan rekayasa teknik.
Sertifikasi tersebut meliputi Qualified Risk Management Professional (QRMP), Qualified Compliance and Risk Officer (QCRO), Qualified Risk Governance Professional (QRGP), Insinyur Profesional Utama (IPU), serta ASEAN Engineer (ASEAN Eng.).
Keahliannya di bidang manajemen risiko juga tercermin dalam karya ilmiah yang ditulisnya bersama sejumlah peneliti. Publikasi tersebut membahas berbagai topik, antara lain transisi energi, dinamika sistem, optimasi risiko, dan integrasi energi terbarukan.
Suroso juga menjadi salah satu penulis buku Risk Management: For Early Detection of Bankruptcy and Improving Firm Performance in Energy Companies, yang membahas penerapan manajemen risiko untuk mendeteksi potensi kebangkrutan lebih dini dan meningkatkan kinerja perusahaan di sektor energi.
Dalam profil profesionalnya, Suroso menekankan pentingnya transformasi digital, perencanaan energi berkelanjutan, dan kepemimpinan strategis dalam pengelolaan risiko. Ia juga menilai kolaborasi, inovasi, dan tata kelola yang baik sebagai elemen penting untuk membangun sektor energi yang tangguh dan berorientasi jangka panjang.
