Program Penjaminan Polis Asuransi Berlaku 2028, OJK Masih Bahas Mekanismenya
·waktu baca 2 menit

Program Penjaminan Polis (PPP) asuransi ditargetkan mulai berlaku pada 2028. Namun, hingga kini mekanismenya masih dalam pembahasan antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, mengungkapkan salah satu yang tengah dibahas adalah besaran limit polis yang akan dijamin. Ada usulan agar jumlahnya maksimal Rp 500 juta per polis.
"Sudah mulai kami diskusikan dengan LPS. Kalau untuk likuidasinya misalnya berapa kira-kira penjaminan per polisnya. Kalau di bank, simpanannya itu Rp 2 miliar, kalau di kami (asuransi), sudah pasti di bawah Rp 2 miliar. Sudah ada angka-angka sekitar Rp 500 juta hanya maksimum," kata Ogi dalam rapat panja terkait Rancangan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) dengan Komisi XI DPR RI, Selasa (23/9).
Ogi menekankan angka tersebut belum final. Produk dan jenis asuransi yang dijamin juga masih dibahas. Menurutnya, tak semua polis akan masuk dalam PPP.
"Tidak semua polis itu dijamin, seperti polis untuk unit link misalnya. Untuk yang porsi investment pasti sudah tidak dijamin, hanya yang proteksinya saja yang dijamin. Selain itu, apakah kalau asuransi yang wajib itu juga harus masuk dalam Program Penjaminan Polis? Itu juga masih diskusikan," jelas Ogi.
OJK bersama para pemangku kepentingan juga tengah mengkaji kemungkinan agar PPP tidak hanya berlaku untuk likuidasi. Tapi juga bisa menjadi resolusi bagi perusahaan asuransi bermasalah yang masih layak diselamatkan.
"Artinya, kalau perusahaan asuransi istilahnya insolvent, ada kemungkinan untuk diselamatkan. Kalau sekarang, tidak ada cabut izin usahanya, ya, sudah likuidasi, kami mengusulkan disamakan dengan perbankan. Kalau perbankan, itu ada resolusi," ujar Ogi.
Deputi Komisioner Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Iwan Pasila, menambahkan pembahasan soal limit hingga kategori produk yang dijamin masih berlangsung.
“Persiapannya banyak, ada programnya dan hal yang dijamin, tentu sedang disiapkan kami. Memang baru tahap diskusi," tutur Iwan.
