Kumparan Logo

Progres Kemenko IV IKN Capai 34 Persen, Bisa Tampung 1.351 ASN

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Situasi pembangunan konstruksi di IKN Nusantara, Kamis (16/11/2023). Foto: Akbar Maulana/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Situasi pembangunan konstruksi di IKN Nusantara, Kamis (16/11/2023). Foto: Akbar Maulana/kumparan

Pembangunan gedung Kemenko IV di IKN telah mencapai progres konstruksi 34 persen. Gedung Kemenko IV ini menjadi salah satu proyek di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN Nusantara yang ditarget selesai tahun 2024.

Project Manager PT Waskita Karya (Persero) Tbk IKN Nusantara Pembangunan Kantor Kemenko IV, Annas Maghfuri, menjelaskan pihaknya ditarget Presiden Jokowi untuk menyelesaikan bangunan Kemenko IV sebelum Agustus 2024.

"Ini per 16 November progres 34 persen. Kita punya kontrak dari awal Januari 2023 sampai 22 Oktober 2024. Namun atas permintaan khusus Presiden, karena rencananya Agustus 2024 ada upacara di situ kita diminta untuk percepatan," kata Annas saat ditemui di lokasi proyek.

Dari gambar denah proyek, rencananya gedung Kemenko IV akan punya 4 tower. Tower 1 dengan 6 lantai bisa menampung kurang lebih 439 ASN Tower 2 dengan 6 lantai plus basement bisa menampung kurang lebih 241 ASN, kemudian Tower 3 dengan 6 lantai plus basement bisa menampung 439 ASN, serta Tower 4 dengan 6 lantai bisa menampung 291 ASN.

Situasi pembangunan konstruksi di IKN Nusantara, Kamis (16/11/2023). Foto: Akbar Maulana/kumparan

Di kawasan Kemenko IV juga dibangun multifunction hall yang bisa menampung kurang lebih 100 ASN. Nantinya, Gedung Kemenko IV akan ditempati oleh ASN dari kementerian-kementerian di bawah Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

"Total ASN yang tertampung di Kemenko IV ada 1.351 ASN. Dari jumlah itu, tapi sifatnya sharing office, nanti di kementerian masing-masing akan membangun kantornya," kata Annas.

Annas menjelaskan, kontrak WSBP untuk proyek Kemenko IV senilai Rp 19-20 miliar. Kontrak tersebut berupa suplai material beton cair atau readymix yang diproduksi di Batching Plant (BP) Sepaku. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi sebesar 78 m3

per jam, dan menghasilkan volume produksi readymix dengan spesifikasi Fc 10-Fc 35, Fs 45, K100-K350 sebesar 1.716 m3 per hari.

"Kalau WSBP itu sekitar Rp 19-20 miliar (kontrak). Sejauh ini sudah tersuplai 50-60 persen. Total itu sekitar 29 ribu kubik, sekarang sudah 14 ribu-an yang sudah tersuplai," kata Annas.

instagram embed