Akuisisi Bank Danamon oleh Bank of Tokyo Masuki Tahap II

Rencana The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd (MUFG) untuk mengakuisisi saham PT Bank Danamon Tbk (BDMN) terus berlangsung. Setelah melewati tahap pertama, kini Danamon akan menjajaki tahap kedua untuk memuluskan rencana tersebut.
Menurut Direktur Bank Danamon Satinder Ahluwalia, saat ini perusahaan akan fokus untuk menjajaki tahap kedua. Proses akuisisi ini akan dilakukan dalam tiga tahap. Untuk tahap pertama, MUFG telah membeli 19,9% dari total saham Danamon yang sudah diterbitkan dengan harga Rp 8.323 per saham.
"MUFG, itu penting. Tahap pertama sudah selesai di Desember 2017. Dua Minggu kemarin publish rencana akuisisi di koran-koran, mereka mau (akuisisi) sampai dengan 40%, fokus kami untuk 3-6 bulan ke depan step dua," kata Ali dalam acara paparan kinerja perusahaan di Menara Danamon, Rasuna Said, Jakarta, Senin (12/2).

Sebelumnya, MUFG berencana untuk mengakuisisi saham Danamon sebesar 73,8%. Merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 56/POJK.03/2016 tentang Kepemilikan Saham Bank Umum, badan hukum lembaga keuangan bank dapat memiliki saham bank lebih dari 40% dari modal bank. Dengan syarat, memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terlebih dulu.
Ali menargetkan bisa menyelesaikan proses akuisisi 40% saham Danamon ini di tahun ini. Sementara, dalam waktu dekat perusahaan juga akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 20 Maret nanti untuk membahas rencana kelanjutan akuisisi tersebut.
"Sekarang fokus kami hanya mau selesai step dua, yang penting bulan depan RUPSLB tunggu persetujuan, nanti kita akan submit aplikasi untuk OJK," ujarnya.
