Kumparan Logo

Proyek Air Minum Umbulan Mulai Digarap, Telan Biaya Rp 4,51 Triliun

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pipa air (Foto: PIxabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pipa air (Foto: PIxabay)

Pemerintah telah melakukan peletakan batu pertama atau ground breaking Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan pada Rabu (19/7). Proyek yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional dan juga Proyek Prioritas ini memiliki sejarah yang cukup panjang dalam usaha pembangunannya.

“Proyek ini diinisiasi lebih kurang 40 tahun lalu dan berhasil direalisasikan atas koordinasi dan kerja keras berbagai pihak terkait, baik sisi pemerintah maupun swasta,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), Darmin Nasution dalam keterangan resminya, Kamis (20/7).

Adapun acara seremonial ground breaking ini, dipimpin oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, dan juga dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Gubernur Jatim Soekarwo, Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, serta perwakilan kementerian/lembaga dan Pemda terkait lainnya.

Sebagai gambaran, Proyek Umbulan merupakan salah satu ikon skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Proyek tersebut menelan nilai investasi total sebesar Rp 4,51 triliun yang meliputi instalasi pengolahan air, transmisi, offtake, reservoir, dan jaringan distribusi di 5 kabupaten dan kota, yaitu Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik.

Proyek SPAM Umbulan tersebut berkapasitas 4.000 liter per detik, dengan air baku berasal dari Mata Air Umbulan berlokasi di Desa Umbulan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan yang disalurkan melalui pipa transmisi air bersih sepanjang 93 km.

Air minum tersebut akan dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk kemudian disalurkan ke 5 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kabupaten dan kota sehingga dapat dinikmati oleh sekitar 1,3 juta jiwa masyarakat.

"Terbatasnya APBN tidak menghalangi pemerintah untuk mengupayakan percepatan pembangunan infrastruktur. Pemerintah akan terus mendukung secara penuh keterlibatan badan usaha swasta dalam pembangunan infrastruktur melalui skema KPBU,” jelasnya.

Darmin juga berpesan agar manfaat pengelolaan proyek dapat segera dirasakan oleh masyarakat. Selain itu, ia juga mengatakan dukungan dan komitmen berbagai pemangku kepentingan tetap diperlukan tidak hanya selama masa konstruksi, tapi juga selama masa operasi untuk tercapainya penyediaan air minum bagi masyarakat Jawa Timur.

Dalam implementasinya, proyek ini mendapatkan sejumlah dukungan dari pemerintah dalam bentuk:

1.Dukungan Kelayakan (VGF) sebesar Rp 818 miliar oleh Kementerian Keuangan;

2.Dukungan sebagian konstruksi berupa pembangunan jaringan pipa tapping transmisi air bersih ke reservoir PDAM, fasilitas instalasi pengolahan air sungai Rejoso, dan perizinan untuk penempatan pipa pada jalan tol oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat;

3.Fasilitas penyiapan proyek (Project Development Facility/PDF) dari Kementerian Keuangan yang dilaksanakan oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dan Penjaminan Pemerintah melalui PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero).