Kumparan Logo

Proyek CCS Asri Basin Bidik Market Jepang–Korea, Kapasitas 1 Giga Ton

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja mengecek lokasi penerapan teknologi Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS) di Pertamina EP Sukowati Field, Bojonegoro, Jawa Timur. Foto: Budi Candra Setya/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja mengecek lokasi penerapan teknologi Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS) di Pertamina EP Sukowati Field, Bojonegoro, Jawa Timur. Foto: Budi Candra Setya/ANTARA FOTO

PT Pertamina (Persero) tengah mematangkan pengembangan proyek Carbon Capture and Storage (CCS) terbesar di Indonesia yang berlokasi di Asri Basin, cekungan migas yang terletak di antara Sumatera dan Jawa.

Pjs. SVP Business Development Pertamina, Yudhi Haryadi, mengatakan cekungan yang sebelumnya merupakan lapangan gas itu berpotensi menampung hingga 1 gigaton karbon.

Menurut Yudhi, Asri Basin menjadi proyek CCS paling maju yang dikelola Pertamina saat ini. Lapangan yang telah memasuki fase akhir produksi itu dinilai ideal untuk dikembangkan sebagai fasilitas penyimpanan karbon berskala besar.

“Ini yang paling maju adalah Asri Basin yang terletak di antara Sumatera dan Jawa, dia bisa kapasitas 1 gigaton, sebelumnya adalah lapangan gas, kita sudah melakukan studi yang lebih advance dengan target 2030, itu kita akan jadikan sebagai S-hub, sebagai hub untuk carbon storage,” ujar Yudhi dalam Outlook Energy 2026 yang dikutip dari YouTube INDEF, Selasa (9/12).

Sebagai hub penyimpanan regional, fasilitas CCS Asri Basin tidak hanya diarahkan untuk menyimpan emisi karbon dari industri domestik, tetapi juga berpotensi menyimpan carbon capture dari negara lain.

“Sebagai hub itu bisa diisi oleh carbon capture dari beberapa negara potensial yang ada di sebelah kanan yaitu Singapura dan Malaysia serta Jepang dan Korea,” jelasnya.

Ilustrasi Bursa Karbon. Foto: Borri_Studio/Shutterstock

Saat ini Pertamina telah menjalin kerja sama dengan Krakatau Steel, yang berpotensi mengalirkan CO₂ dari fasilitas produksi baja di Jawa Barat ke Asri Basin.

“Indonesia sendiri nanti bisa dari industri Indonesia yang lakukan carbon capture, yaitu yang saat ini sudah bekerja sama itu dari Krakatau Steel,” kata Yudhi.

Kemudian selain Asri Basin, Pertamina juga menyiapkan pengembangan CCS di beberapa wilayah lain yang masih dalam tahap studi dan pematangan.

“Juga ada beberapa yang sudah lakukan studi yaitu di Jembaran Tiung Biru, East Java Basin, juga di Central Sumatera. Kemudian ada juga yang masih upcoming yaitu dengan beberapa partner kita di Iskal, juga di Sulawesi Basin,” tutupnya.

instagram embed