Kumparan Logo

Proyek Gas Matindok dan Paku Gajah Beroperasi Bulan Ini

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Cadangan migas ditemukan di Nunukan oleh Pertamina (Foto: Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Cadangan migas ditemukan di Nunukan oleh Pertamina (Foto: Istimewa)

Guna meningkatkan target produksi minyak dan gas bumi (Migas), Pertamina EP sebagai anak perusahaan PT Pertamina (Persero) akan mengoperasikan dua proyek pengembangan gas mulai bulan ini.

Direktur PT Pertamina EP, Nanang Abdul Manaf mengungkapkan, dua proyek yang ditargetkan beroperasi bulan ini adalah Matindok di Banggai, Sulawesi Tengah dan Paku Gajah di Muara Enim, Sumatera Selatan. Kedua proyek tersebut ditargetkan bisa memproduksi sebesar 85.000 barel minyak per hari (BOPD).

"Dengan on streamnya 2 project tersebut, kami dapat melampaui target produksi yang ditetapkan sebesar 85.000 BOPD dan target laba bersih sebesar 596 juta dolar AS," jelas Nanang dalam Media Gathering di Cirebon, Jawa Barat, Selasa (11/4).

Nanang mengatakan, dalam pengembangan proyek Matindok di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah ini, Pertamina telah menggelontorkan investasi sekitar 139,7 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,86 triliun (kurs Rp 13.300). Nantinya, kapasitas produksi masing-masing 105 MMSCFD dan 45 MMSCFD serta kondesat 1.100 BOPD.

Pertamina temukan cadangan migas (Foto: Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Pertamina temukan cadangan migas (Foto: Istimewa)

Lebih lanjut Nanang juga menjelaskan, saat ini Pertamina EP berupaya terus untuk mencari cadangan gas baru dengan jumlah yang cukup signifikan. Melalui Kinerja Seismik 2D di 2016 yang mencapai 100 persen yaitu sebesar 953 km dan Seismik 3D 2016 mencapai 128 persen yaitu sebesar 1.008 km2.

Nanang menargetkan, Seismik 2017 untuk 2D mencapai 883 km dan 3D mencapai 621 km2.

"Untuk tren ke depan, menurut kami potensi yang besar letaknya ada di Kawasan Timur Indonesia. Dan kami sudah masuk di Kawasan Timur Indonesia seperti di Papua Barat dengan kegiatan seismik Klamasosa dengan total luasan 500 km yang dikerjakan secara multiyears, untuk tahun 2017 ini target sebesar 200 km dan sisanya 300 km di Tahun 2018," kata Nanang.

Terkait Seismik Kupalanda di Area Bintuni Papua Barat yang sudah berjalan sejak tahun 2016. Nanang mengatakan akan terus melakukan peninjauan.

"Kami menargetkan hasil penemuan di sana harus signifikan karena apabila temuan cadangannya kecil maka tidak akan ekonomis mengingat upaya yang dilakukan sangat besar karena areanya mayoritas merupakan rawa," katanya.