Kumparan Logo

Proyek PLTP Patuha 2 Segera Dimulai, Ditargetkan Hasilkan Listrik 55 MW

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang di Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat, Sabtu (14/3/2020). Foto: Ema Fitriyani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang di Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat, Sabtu (14/3/2020). Foto: Ema Fitriyani/kumparan

Mega proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Patuha 2 di kawasan Gunung Patuha, Kabupaten Bandungbakal segera dimulai proses pengeboran sumur pertamanya pada bulan Juni 2021 mendatang.

Nantinya, PT Geo Dipa Energi selaku pemilik proyek akan mengebor 12 sumur dalam rentang tiga tahun. PLTP Patuha 2 ditargetkan mulai menghasilkan energi listrik pada awal 2023.

"PLTP Patuha 2 akan segera dimulai. Kalau tak ada aral melintang, Juni mendatang mulai start ngebor sumur pertama. Akan dibuat 12 sumur untuk proyek ini," ungkap Project Manager PT Geo Dipa Energi Patuha 2, Budi Sutrisno melalui keterangannya kepada wartawan, Jumat (5/3).

Ilustrasi geothermal (panas bumi) Foto: Pixabay

Budi mengharapkan proyek itu nantinya dapat menjadi penopang pasokan listrik Jawa dan Bali. Adapun daya listrik yang dihasilkan dari energi terbarukan itu ialah 55 MW. Adapun sebelum proyek itu dikerjakan, Geo Dipa Energi sudah melakukan sosialisasi ke warga sekitar yakni Desa Sugihmukti, Desa Alamendah, dan Desa Panundaan, Kabupaten Bandung.

"Daya listrik yang akan dihasilkan sebanyak 55 juta watt. Sementara satu rumah tangga biasanya hanya butuh 1.200 watt listrik. Semoga proyek ini bisa menambah keandalan listrik di wilayah Jawa dan Bali," ucap dia.

Selain memberikan sosialisasi, menurut Budi, pihaknya juga bakal melibatkan warga sekitar dalam pengerjaan proyek tersebut. Warga yang dinilai memenuhi syarat bakal diberi pelatihan terlebih dulu bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja. Tak disebut jumlah tenaga kerja dari warga sekitar yang dilibatkan dalam proyek itu.

"Selama ini, kita selalu melibatkan warga sekitar. Nanti warga yang telah memenuhi syarat akan diberikan pelatihan bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja," pungkas dia.