Kumparan Logo

Proyek Trem Surabaya, LRT Medan dan Bandung Ditawarkan ke IMF dan WB

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi moda transportasi Trem (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi moda transportasi Trem (Foto: Pixabay)

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersiap menggarap proyek Light Rail Transit (LRT) Medan, LRT Bandung, dan trem Surabaya. Rencananya, Kemenhub akan mengajukan proposal pembiayaan kepada International Monetary Fund (IMF) dan World Bank (WB).

"Mengenai World Bank dan IMF itu disampaikan Pak Luhut (Menko Maritim) nanti pada saat IMF meeting, kita akan menjadikan proyek Sumut, Medan, Bandung dan Surabaya sebagai proposal yang akan kita ajukan kepada peserta untuk dibiayai," ucap Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat ditemui di Hotel GrandDhika, Jakarta Selatan, Sabtu (21/7).

Budi menjelaskan, pihaknya meminta tiga pihak untuk membuat studi bahan proposal ketiga proyek tersebut yang nantinya akan ditindaklanjuti pada pertemuan IMF.

Gerbong kereta LRT Palembang (Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
zoom-in-whitePerbesar
Gerbong kereta LRT Palembang (Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

Ketiga pihak tersebut yakni PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk studi proyek di Medan, lalu Kemenhub akan fokus pada proyek LRT Bandung dan terakhir Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Surabaya untuk proyek trem.

"Masing-masing punya keahlian, saya harapkan keahlian masing-masing ini dengan pendekatan sendiri-sendiri dan ini memperkaya kita gabungkan menjadi suatu proposal yang lengkap," imbuh Budi.

Meski demikian, nantinya IMF dan World Bank tidak akan membiayai seluruh proyek. Ada sekema yang saat ini sedang disusun oleh pemerintah.

"Mungkin tidak semuanya swasta tetapi ada bagian tertentu yang bisa diswastakan, sehingga pemerintah hanya membangun pra-sarana nanti kalau keekonomian naik lagi sebagian pra-sarana juga dibagikan oleh (swasta)," jelas Budi.