Kumparan Logo

PT Pupuk Indonesia: Stok Pupuk Tahun Depan Aman, Harga Stabil

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pupuk Indonesia di gudang pupuk. Foto: Pupuk Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
Pupuk Indonesia di gudang pupuk. Foto: Pupuk Indonesia

PT Pupuk Indonesia (Persero) menyatakan pasokan pupuk Indonesia sampai tahun depan terkendali, khususnya untuk pupuk subsidi.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyebut sedang terjadi kelangkaan pupuk di Tanah Air, sehingga petani sedang mengalami kesulitan bercocok tanam.

Namun, Wijaya Laksana, Head of Corporate Communication di PT Pupuk Indonesia, menyatakan stok pupuk subsidi saat ini melebihi minimum kuota yang ditetapkan pemerintah. Ia menyebut setidaknya kelebihan stok pupuk subsidi yang dipegang PT Pupuk Indonesia sebesar 150 persen, dari kuota minimum yang diwajibkan pemerintah.

“Stok pupuk saat ini, pupuk bersubsidi khususnya, sekitar 150 persen dari ketentuan pemerintah. Kementan itu mewajibkan produsen pupuk untuk menyiapkan stok harus ada minimal kebutuhan 2 minggu ke depan, kalau lagi musim tanam harus siap 3 minggu ke depan.” tutur Wijaya saat dihubungi kumparan, Kamis (29/12).

Ilustrasi pupuk urea. Foto: Shutterstock

“Kita hampir 2 kali lipat stoknya dari ketentuan pemerintah. Misalnya pemerintah mewajibkan stok untuk 3 minggu, kita punya stok untuk 6 minggu, baik pupuk urea maupun NPK. Jadi bisa dikatakan relatif aman sampai tahun depan pun,” tambah dia.

Ia merinci pemerintah per Desember 2022 mewajibkan Pupuk Indonesia untuk mengamankan pasokan pupuk subsidi sebanyak 441 ribu ton, sementara jumlah pupuk yang dipegang BUMN tersebut melebihi angka tersebut hampir dua kali lipat.

“Stok minimum kewajiban pupuk kita (Pupuk Indonesia) itu 441 ribu ton, sementara stok saat ini 747 ribu ton. Jadi hampir dua kali lipat peraturan,” tuturnya.

Wijaya juga menegaskan harga pupuk subsidi tidak akan alami kenaikan, dan ia juga tidak menerima instruksi pemerintah untuk mengubah harga eceran tertinggi (HET) pupuk subsidi.

“Harga subsidi kan sudah ada HET, mau itu pupuk NPK (Rp 2.300 per kilo) maupun Urea (Rp 2.250 per kilo). Dengan catatan dibeli sesuai ketentuan. Tidak ada perubahan juga, jadi harga seperti sebelumnya,” ujarnya.

Menjelaskan terkait pernyataan Mendag Zulhas, Wijaya mengatakan memang tidak semua petani mendapatkan akses ke pupuk subsidi. Hal ini bersifat teknis seperti belum terdaftarnya petani ke dalam barisan penerima pupuk subsidi, sehingga banyak yang mengeluh pupuk subsidi sulit diakses.

“Jumlah subsidi pupuk ini terbatas, ada syarat yang harus dipenuhi agar bisa akses. Itu yang sering Pupuk Indonesia temukan di lapangan. Banyak petani belum terdaftar atau belum masuk kelompok tani sehingga mereka tidak berhak pupuk subsidi. Alhasil, mengeluh pupuk langka,”