Kumparan Logo

PT Rezka Nayatama Resmikan Pabrik Pengolahan Umbi Porang, Investasinya Rp 70 M

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direksi PT Rezka Nayatama saat peresmian pabrik pengolahan porang di Lombok, Rabu (26/7/2023). Foto: Moh Fajri/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direksi PT Rezka Nayatama saat peresmian pabrik pengolahan porang di Lombok, Rabu (26/7/2023). Foto: Moh Fajri/kumparan

PT Rezka Nayatama meresmikan pabrik tepung glukomanan hasil olahan umbi porang, di Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, NTB, Rabu (26/7). Fasilitas itu merupakan pabrik pertama di Indonesia yang dapat memproduksi tepung glukomanan dengan kadar hingga 90 persen dan mengadopsi teknologi industri manufaktur 4.0.

Investasi yang digelontorkan mencapai Rp 70 miliar. Rencananya, pabrik pengolahan porang itu akan beroperasi penuh pada Oktober 2023.

Selain menciptakan nilai tambah bagi produk pangan berbahan umbi porang, pabrik itu juga berperan dalam memenuhi kebutuhan tepung konjac dan glukomanan atau zat khas yang terkandung dalam porang.

Direktur Utama PT Rezka Nayatama, Samuel H. Siahaan, mengatakan melalui program kemitraan, pihaknya ingin meningkatkan kesejahteraan para petani lokal dan memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat.

Samuel menilai dengan berlimpahnya bahan baku umbi porang yang tersebar di berbagai provinsi, Indonesia menyimpan potensi tak terbatas untuk menghasilkan berbagai produk makanan sehat. Peluang pasarnya juga besar, baik di skala nasional maupun global. Namun, sampai saat ini Indonesia belum memiliki pabrik yang mampu mengolah umbi porang menjadi tepung glukomanan.

Pabrik pengolahan umbi porang PT Rezka Nayatama. Foto: Moh Fajri/kumparan

"Dengan kesadaran akan peluang yang ada, melalui pabrik tepung glukomanan kami yang mampu menghasilkan tepung glukomanan hingga kadar 90 persen, kami berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan industri pengolahan bahan makanan di Indonesia, terutama dalam memajukan pemanfaatan umbi porang sebagai bahan pangan sehat yang berpotensi sebagai alternatif pengganti beras," kata Samuel di Lombok Barat, NTB, Rabu (26/7).

Lewat dukungan lahan pertanian porang dan kelompok tani di NTB, NTT, dan Bali, pabrik Rezka Nayatama ditargetkan mampu menyerap sebanyak 483 ton umbi porang setiap bulannya sebagai bahan produksi. Dengan proyeksi produksi sekitar 240 ton tepung glukomanan hingga kadar 90 persen per tahun, pabrik tersebut diharapkan bisa memenuhi kebutuhan pangan di dalam negeri, sekaligus menyediakan ekspor ke berbagai negara seperti China, Jepang, Australia, Amerika Serikat, Eropa, Vietnam, dan Thailand.

Selain itu, Samuel menegaskan pabrik pengolahan itu bisa menciptakan lapangan kerja dan berperan penting dalam menyerap hasil bumi garapan para petani lokal.

“Kami percaya bahwa kehadiran pabrik ini akan berperan signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional terutama di sektor pertanian dan industri pangan,” ujar Samuel.

Pabrik pengolahan umbi porang PT Rezka Nayatama. Foto: Moh Fajri/kumparan

Pabrik yang baru diresmikan ini memiliki luas sekitar 1 hektare dan dilengkapi dengan lebih dari 600 titik sensor untuk memantau kondisi umbi porang dari masuknya bahan baku, proses pemotongan, pengeringan, pemurnian, dan pembungkusan tepung ke dalam kemasan. Penerapan teknologi 4.0 untuk menjamin kualitas produk PT Rezka Nayatama memenuhi standar mutu terbaik di industri pangan.

Pada acara peresmian tersebut juga dilakukan penyerahan sertifikat lahan SHGB (Sertifikat Hak Guna Bangunan) No.0009, tertanggal 18 Agustus 2020 oleh Mahatma Ilham Panjaitan dari PT Rezka Nayatama kepada negara melalui Budi Sitomurang selaku Staff Ahli Menteri ATR/Kepala BPN bidang pengembangan kawasan.