PT Timah Catatkan Kerugian Rp 611,28 Miliar di 2019

PT Timah Tbk (Persero) (TINS) telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2019 hari ini (11/6). Dalam RUPS tersebut, kinerja PT Timah mencatatkan kerugian senilai Rp 611,28 miliar sepanjang 2019.
Meskipun di sisi lain, PT Timah di tahun 2019 masih bisa mencatatkan total pendapatan sebesar Rp 19,3 triliun atau naik 75,45 persen, dibanding periode yang sama tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp 11,06 triliun.
"Kinerja produksi dan pendapatan yang signifikan tersebut belum berbanding lurus dengan kinerja laba bersih yang mencatat rugi bersih sebesar Rp 611,28 miliar," tulis manajemen PT Timah dalam keterangan resmi yang diterima kumparan, Kamis (11/6).
Manajemen PT Timah menjelaskan, tekanan di pos beban pokok pendapatan dan beban bunga menjadi salah satu sebab tergerusnya laba.
Selama 2019, volume produksi logam timah PT Timah mencapai 76.389 metrik ton, sedangkan tahun 2018 mencapai 33.444 metrik ton. Sementara, volume penjualan sebesar 67.704 metrik ton, sedangkan Tahun 2018 mencapai 33.818 metrik ton.
Namun demikian, tercatat beban pokok pendapatan sebesar Rp 18,16 triliun atau naik 82,69 persen dibanding akhir tahun 2018, yang tercatat sebesar Rp 9,92 triliun. Adapun, kewajiban perseroan tercatat sebesar Rp 15,1 triliun atau mengalami peningkatan 66,48 persen dibanding akhir tahun 2018, yang tercatat sebesar Rp 9,07 triliun.
"Seiring meningkatnya produksi, tidak dapat mengimbangi kecepatan turunnya harga logam timah dunia," kata manajemen.
Di sisi lain, pada sisi ekuitas tercatat sebesar Rp 5,28 triliun atau turun 13,98 persen dibanding akhir tahun 2018, yang tercatat sebesar Rp 6,14 triliun. Aset PT Timah tercatat senilai Rp 20,36 triliun atau naik 33,71 persen, dibanding akhir tahun 2018 yang tercatat senilai Rp 15,22 triliun.
"Dalam upaya memperbaiki kinerja 2020, manajemen melakukan sejumlah upaya berbasis efisiensi guna mendukung kinerja keuangan perseroan. PT Timah juga terus menjaga kesehatan posisi keuangan sekaligus mengurangi beban bunga sebagai upaya mengoptimalkan arus kas," pungkasnya.
