PT Timah Catatkan Rugi Rp 341 Miliar di 2020, Lebih Baik Dibanding 2019

Kinerja keuangan PT Timah Tbk atau TINS mengalami penurunan sepanjang tahun 2020. Direktur Utama PT Timah, Riza Pahlevi Tabrani, mengatakan pendapatan usaha perseroan mengalami penurunan sampai 21,33 persen dibanding tahun 2019.
PT Timah Tbk mencatat rugi tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 340,59 miliar pada 2020 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 611,28 miliar.
“TINS berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 15,22 triliun, lebih rendah 21,33 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp 19,34 triliun,” kata Riza usai RUPS yang digelar pada Selasa (6/4).
Berbanding lurus dengan pendapatan, beban pokok pendapatan turun sebesar 22,54 persen menjadi Rp 14,10 triliun dari tahun sebelumnya Rp 18,20 triliun. Meski begitu, Riza merasa kinerja keuangan perseroan semakin membaik.
Ia menjelaskan rasio finansial menjadi salah satu indikator membaiknya performa sebuah emiten. Riza mengungkapkan di tahun 2020 rasio Gross Profit Margin (GPM) adalah 7,36 persen atau membaik dari tahun sebelumnya 5,91 persen. Hal serupa terlihat pula dari rasio Net Profit Margin (NPM) menjadi minus 2,24 persen dibandingkan tahun 2019 sebesar minus 3,16 persen.
Riza menganggap membaiknya finansial finansial TINS terlihat dari beberapa perspektif di antaranya cashflow operasi sebesar Rp 5,40 triliun atau naik dibandingkan tahun 2019 sebesar minus Rp 2,08 triliun.
“EBITDA naik menjadi Rp 1,16 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 909 miliar. Adapun untuk modal kerja bersih meningkat signifikan menjadi sebesar Rp 692,09 miliar dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 348,87 miliar,” ungkap Riza
Riza menuturkan di periode tahun 2020 perseroan berhasil menurunkan utang bank sebesar Rp 4,22 triliun atau di 2019 Rp 8,79 triliun. Selain itu, ia mengatakan TINS berhasil melunasi obligasi dan sukuk yang telah jatuh tempo pada September 2020 sebesar Rp 600 miliar.
“Sehingga total utang berbunga turun sebesar Rp 4,82 triliun. Adapun rugi bersih TINS pada periode 2020 tercatat sebesar Rp 341 miliar atau lebih rendah dari tahun sebelumnya sebesar Rp 611 miliar,” terang Riza.
Pada tahun 2020 TINS melakukan penyesuaian atas aktiva pajak dan penurunan kinerja anak perusahaan yang tercermin melalui rugi penurunan nilai aset tetap, serta penurunan nilai piutang turut berkontribusi terhadap belum optimalnya kinerja keuangan perseroan secara konsolidasian.
