PT Timah (TINS) Tebar Dividen Rp 312 Miliar, 30 Persen dari Laba Bersih 2022
·waktu baca 2 menit

PT Timah (Persero) Tbk (TINS) membagikan dividen kepada pemegang saham sebanyak 30 persen atau Rp 312 miliar dari laba bersih tahun 2022. Sisa laba sebesar 70 persen lainnya dicatat sebagai saldo laba perseroan.
Keputusan ini diambil setelah melihat kinerja TINS tahun 2022 yang cukup baik, di mana TINS mampu merealisasikan kinerja keuangan dengan mencatatkan laba bersih senilai Rp 1,04 triliun.
“Upaya perseroan untuk terus beradaptasi terhadap kondisi bisnis pertimahan memberikan kontribusi yang cukup signifikan bagi TINS dalam mendukung kinerja tahun 2022,” kata Sekretaris Perusahaan PT Timah Abdullah dalam konferensi pers RUPST di Hotel Borobudur, Kamis (15/6).
Posisi nilai aset perseroan pada akhir tahun 2022 sebesar Rp 13,07 triliun. Sementara posisi liabilitas senilai Rp 6,03 triliun, turun 28 persen dibandingkan posisi akhir tahun 2021 senilai Rp 8,38 triliun karena berkurangnya pinjaman jangka pendek.
Abdullah mengungkapkan pencapaian tidak dapat dipisahkan dari upaya Timah untuk terus beradaptasi menghadapi bisnis pertimahan yang dinamis, serta didorong oleh upaya efisiensi di seluruh rantai bisnis, penurunan interest bearing debt dan konsistennya peningkatan kinerja anak usaha segmen non pertimahan.
Meski harga timah dunia masih cenderung fluktuatif, namun semakin pulihnya sektor ekonomi pasca pandemi. Salah satunya ditandai dengan peningkatan konsumsi terhadap tin-related products berupa produk elektronik membuat permintaan atas komoditas timah bertumbuh. TINS terus berupaya menjaga kepercayaan pemilik saham dengan melakukan langkah-langkah strategis, salah satunya secara konsisten melakukan efisiensi dan efektivitas di seluruh rantai bisnis termasuk efisiensi biaya peleburan dengan mengoperasikan smelter baru berteknologi TSL Ausmelt Furnace.
“Di tengah fluktuatifnya harga, Manajemen harus selektif merespons dinamika pasar timah dunia. Kami terus berupaya memperbaiki dan meningkatkan profitabilitas, konsistensi menjalankan efisiensi biaya dan efektivitas kerja, serta memperkuat fundamental Perseroan berbasis teknologi dan kualitas SDM yang mumpuni di bidangnya,” tutur Abdullah.
