Kumparan Logo

PTBA Bagikan Dividen Rp 1,32 Triliun, 45 Persen dari Laba Bersih 2025

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Foto: Dok PTBA
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Foto: Dok PTBA

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membagikan dividen tunai sebesar Rp 1,32 triliun dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar secara daring pada Kamis (11/6).

Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui tujuh mata acara, termasuk penggunaan laba bersih Perseroan tahun buku 2025 yang tercatat Rp 2,93 triliun.

Berdasarkan hasil RUPST, sebanyak Rp 1,32 triliun atau 45 persen dari laba bersih dibagikan sebagai dividen tunai kepada pemegang saham. Sementara itu, sisa laba sebesar Rp 1,61 triliun atau 55 persen ditetapkan sebagai saldo laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha dan menjaga keberlanjutan bisnis perusahaan.

Selain menyetujui penggunaan laba, pemegang saham juga mengesahkan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan, Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris, serta Laporan Keuangan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil (PUMK) tahun buku 2025.

RUPST turut menyetujui penetapan gaji atau honorarium beserta fasilitas dan tunjangan tahun buku 2026, serta remunerasi atas kinerja tahun buku 2025 bagi jajaran pengurus perusahaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam agenda lainnya, pemegang saham menyetujui penunjukan Akuntan Publik dan/atau Kantor Akuntan Publik untuk mengaudit laporan keuangan konsolidasian Perseroan dan laporan keuangan Program PUMK tahun buku 2026.

Pemegang saham juga memberikan kewenangan kepada pihak yang ditunjuk untuk menyetujui Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026–2030 dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2027 beserta perubahannya.

Selanjutnya, RUPST menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan guna menyesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 sebagaimana diatur dalam Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2025. Langkah ini dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan bisnis, perkembangan regulasi, dan memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik.

Corporate Secretary PTBA, Eko Prayitno, mengatakan keputusan yang diambil dalam RUPST mencerminkan upaya perusahaan menjaga keseimbangan antara kepentingan pemegang saham dan keberlanjutan bisnis.

“Di tengah dinamika industri pertambangan dan energi, PTBA terus berupaya menjaga kinerja operasional yang optimal, meningkatkan efisiensi, memperkuat hilirisasi batu bara, serta mengembangkan berbagai inisiatif bisnis yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Eko dalam keterangan tertulis, Jumat (12/6).

Bongkar muat batu bara di area pengumpulan Dermaga Batu bara Kertapati milik PT Bukit Asam Tbk di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (4/1/2022). Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Sepanjang 2025, PTBA mencatatkan pendapatan Rp 42,65 triliun. Penjualan ekspor menyumbang 46 persen terhadap total pendapatan, sedangkan pasar domestik berkontribusi 54 persen. Lima negara tujuan ekspor terbesar PTBA yakni Bangladesh, India, Vietnam, Korea Selatan, dan Filipina.

Dari sisi neraca, total aset Perseroan per 31 Desember 2025 mencapai Rp 43,92 triliun atau meningkat 5 persen dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar Rp 41,79 triliun. Kenaikan tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan aset tidak lancar sebesar 12 persen atau sekitar Rp 3,12 triliun.

RUPST juga menyetujui perubahan susunan pengurus Perseroan. Berikut susunannya:

Dewan Komisaris:

Komisaris Utama: Ida Bagus Putu Dunia

Komisaris Independen: Dewi Hanggraeni

Komisaris Independen: Suko Hartono

Komisaris: Dalu Agung Darmawan

Komisaris: Zaelani

Komisaris: Ferial Martifauzi

Komisaris: Lana Saria

Dewan Direksi

Direktur Utama: Bambang Ismawan

Direktur Operasi dan Produksi: Ilham Yacob

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Una Lindasari

Direktur Sumber Daya Manusia dan Transformasi Korporasi: Hennita Sitepu

Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk: Turino Yulianto

Direktur Komersial dan Supply Chain: Mochammad Rifqi Hari Muji