Kumparan Logo

PTBA Dukung Swasembada Pangan, Kembangkan Hilirisasi Batu Bara

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gedung PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Foto: Dok PTBA
zoom-in-whitePerbesar
Gedung PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Foto: Dok PTBA

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berkomitmen menghadirkan inovasi berkelanjutan di luar sektor energi. Tak hanya berfokus pada transisi energi menuju energi bersih, perusahaan tambang pelat merah ini juga mengembangkan pemanfaatan batu bara untuk kebutuhan pertanian.

Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA, Turino Yulianto mengatakan bahwa PTBA telah berinovasi mengolah batu bara yang selama ini identik sebagai bahan bakar dari fosil, menjadi kalium humat, bahan alami yang berperan menjaga kesuburan tanah.

Menurutnya, inovasi ini menambah manfaat dari batu bara dan menjadikannya produk bermanfaat yang mendukung swasembada pangan.

“Kalium humat menjadi salah satu bentuk hilirisasi batu bara yang dilakukan oleh PTBA untuk mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang berfokus pada kemandirian pangan, hilirisasi industri, dan kesejahteraan masyarakat,” kata Turino dalam agenda Hipmi-Danantara Indonesia Business Forum 2025, dikutip Senin (27/10).

Turino menambahkan, PTBA bahkan telah siap mengkomersialisasikan produk kalium humat berbentuk padat dan cair dengan merek BA Grow. Produk ini juga telah memenuhi standar senyawa humat sesuai dengan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 261/KPTS/SR.310/M/4/2019.

“Inovasi ini menjadi bukti bahwa batu bara tidak selalu identik dengan energi fosil yang hitam. Dengan pendekatan teknologi yang tepat, sumber daya alam tersebut dapat diolah menjadi produk ramah lingkungan yang mendukung sektor pangan nasional,” jelas Turino.

Siap Kolaborasi dengan Berbagai Pihak

Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PT Bukit Asam (PTBA), Turino Yulianto, usai acara HIPMI-Danantara Business Forum 2025, Senin (20/10/2025). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Turino menyebut bahwa PTBA membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak guna mengembangkan produk kalium humat. Adapun saat ini, PTBA telah menjalankan pilot project konversi batu bara menjadi kalium humat dengan para ahli geologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Selain itu, melalui proyek percontohan ini, perusahaan berhasil memproduksi 150 ton kalium humat per tahun.

“Kami sangat terbuka untuk bekerja sama. Tidak hanya reseller, tapi juga partner strategis, baik penyedia teknologi maupun investor yang ingin membangun kemitraan jangka panjang. Kami sadar, inovasi sebesar ini tidak mungkin dijalankan sendirian,” tuturnya.

Turino menegaskan, langkah ini menjadi bagian dari upaya PTBA untuk memperkuat peran sektor pertambangan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Dengan inovasi tersebut, PTBA tidak hanya menciptakan peluang bisnis baru, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan.

****

Reporter: Nur Pangesti