PTDI Akan Ekspor 5 Pesawat ke Senegal hingga Kongo di 2020

3 Februari 2020 21:02 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pesawat di hanggar milik PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI di Bandung, Jawa Barat. Foto: Resya Firmansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pesawat di hanggar milik PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI di Bandung, Jawa Barat. Foto: Resya Firmansyah/kumparan
ADVERTISEMENT
PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) berencana melakukan ekspor sebanyak 5 pesawat pada tahun ini. Direktur Utama PTDI Elfien Goentoro mengatakan negara yang menjadi sasaran ekspor pesawat PTDI seperti Senegal dan Kongo.
ADVERTISEMENT
“Ada 5. Yang mau kita ekspor adalah ke Senegal, terus ke Kongo yang kita punya. Itu yang masih ada di tempat kita,” ujar Elfien ketika ditemui di Gedung DPR Jakarta, Senin (3/2).
Ia menjelaskan, jenis pesawat yang banyak diminati oleh negara tujuan ekspor tersebut ialah pesawat 212i dan pesawat CN235.
Elfien menjelaskan, kelebihan pesawat Indonesia sehingga diminati negara lain ialah pada spesifikasi pesawat yang dimiliki. Utamanya, yang berkaitan dengan fungsi transportasi, militer ataupun kargo.
“(Pesawat kita) mempunyai rem dor di belakang. Bisa dipakai untuk logistik, contohnya kayak Nepal kemarin ada 6 opsi dipakai. Untuk pesawat transport, untuk militer, untuk kargo,” kata dia.
Pesawat terbang CN235-220 Military Transport lepas landar pada acara Ferry Flight di Hanggar Fixed Wing PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Bandung, Jawa Barat. Foto: ANTARA FOTO/Novrian Arbi
Jenis pesawat lainnnya milik PTDI yang juga disenangi oleh negara lain ialah pesawat 212i yang digunakan untuk membuat hujan dalam rangka pertanian.
ADVERTISEMENT
“Thailand itu beli tiga yang kita delivery di Oktober dan Desember kemarin itu rain making untuk pertanian,” ujarnya.
Bahkan, menurut Elfien, Thailand berpotensi untuk kembali memesan dalam jumlah yang lebih banyak dari BUMN penerbangan ini. Hal itu tinggal menunggu proses tender dijalankan.
“Ya kita udah siap, kalau memang (tender) dan Filipina juga sama. Filipina kemungkinan 6 lagi sejenis itu,” ujarnya.