Kumparan Logo

Puan: APBN Naik 20 Kali Lipat dalam 26 Tahun Terakhir

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua DPR, Puan Maharani, menghadiri Sidang Tahunan DPR/MPR, Jumat (14/8/2026). Foto: Dok. DPR RI
zoom-in-whitePerbesar
Ketua DPR, Puan Maharani, menghadiri Sidang Tahunan DPR/MPR, Jumat (14/8/2026). Foto: Dok. DPR RI

Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyatakan belanja negara terus meningkat setiap tahunnya. Dalam 26 tahun terakhir, kata Puan, belanja negara telah naik 20 kali lipat.

“Pada tahun 2000, APBN berada pada besaran Rp 197 triliun, tahun 2010 sebesar Rp 1.126 triliun, dalam 10 tahun tersebut belanja negara naik hampir 6 kali lipat," kata Puan dalam rapat paripurna RAPBN 2027 di Gedung Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8).

"Pada tahun 2026, APBN sebesar Rp 3.842 triliun, naik hampir 20 kali lipat dibanding tahun 2000,” lanjutnya.

Pada 2027 di mana RAPBN akan disampaikan Presiden Prabowo, Puan memperkirakan angkanya mungkin bisa mendekati Rp 4.000 triliun.

“APBN Tahun 2027, yang sebentar lagi akan disampaikan oleh Bapak Presiden, bisa jadi APBN kita sudah mendekati besaran belanja Rp 4.000-an triliun,” ujarnya.

Ketua MPR RI Ahmad Muzani (kiri), Ketua DPR RI Puan Maharani (tengah), dan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin (kanan) mengepalkan tangan usai Presiden menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: Fauzan/ANTARA FOTO

Menurut Puan, APBN tak bisa hanya diukur dari besaran anggaran yang dapat dibelanjakan. Ia justru menyoroti pentingnya dampak APBN bagi rakyat.

“APBN tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang dapat dibelanjakan. APBN harus dinilai dari kinerjanya dalam memenuhi harapan rakyat dan banyaknya kehidupan rakyat yang dapat diubah menjadi lebih baik,” kata Puan.

Melalui tema ‘Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat’, Puan mendorong APBN 2027 agar bisa menyambungkan pertumbuhan ekonomi dengan keadilan sosial.