Kumparan Logo

Puan Ungkap Belanja APBN 2027 Bisa Tembus Rp 4.000 Triliun

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan pidato dalam Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: YouTube/ TVR Parlemen
zoom-in-whitePerbesar
Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan pidato dalam Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: YouTube/ TVR Parlemen

Ketua DPR RI Puan Maharani menyebut besaran belanja dalam APBN 2027 berpotensi mendekati Rp 4.000 triliun.

APBN Tahun 2027, yang sebentar lagi akan disampaikan oleh Bapak Presiden, bisa jadi APBN kita sudah mendekati besaran belanja Rp 4.000-an triliun,” ucap Puan saat Rapat Paripurna DPR ke-1 Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8).

Puan menilai angka Rp 4.000 triliun sangat besar. Tetapi, menurutnya, besarnya anggaran tidak otomatis berarti APBN telah berhasil apabila belum mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Mungkin tidak ada satu pun di antara kita yang pernah melihat banyaknya uang sebesar hampir Rp 4.000 triliun. Angka itu begitu besarnya bahkan sangat besar,” katanya.

Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan pidato dalam Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: YouTube/ TVR Parlemen

Puan mengatakan besarnya anggaran harus diterjemahkan menjadi manfaat bagi masyarakat, mulai dari petani, pelajar, masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan, hingga pencari kerja.

“Tetapi bagi seorang petani yang sedang menunggu panennya menghasilkan, seorang anak yang ingin sekolah setinggi-tingginya, rakyat tidak mampu yang membutuhkan pelayanan kesehatan, seorang pencari kerja untuk menghidupi keluarganya,” jelas Puan.

Karena itu, Puan menyebut keberhasilan APBN 2027 tak cukup hanya dilihat dari besarnya anggaran yang tersedia dan dibelanjakan. Kinerja APBN, kata dia, mesti diukur dari dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.

instagram embed