Kumparan Logo

Punya Dana Penyertaan Rp 6 Triliun, BRI Lirik Bank Kecil untuk Dibeli

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Utama BRI, Suprajarto. Foto: Wendiyanto Saputro/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama BRI, Suprajarto. Foto: Wendiyanto Saputro/kumparan

Langkah gencar PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BRI melakukan akuisisi, belum terhenti. Yang terbaru, bank terbesar di Indonesia itu tengah melirik satu bank kecil untuk dibeli.

Direktur Utama Bank BRI Suprajarto tak menampik hal itu saat ditanya wartawan. Apalagi dia mengungkapkan, emiten dengan kode BBRI itu memiliki cadangan dana penyertaan pada 2019 ini sebesar Rp 6 triliun.

“Tapi (dana Rp 6 triliun) itu untuk (penyertaan di) bank dan non-bank,” kata Suprajarto saat kunjungan kerja di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Kamis (25/7).

Direktur Utama Bank BRI, Suprajarto (kiri), meninjau Teras BRI Kapal di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Foto: Wendiyanto Saputro/kumparan

Soal bank yang sedang diliriknya, dia enggan menjelaskan lebih detail. “Ya ada lah. Tapi pemiliknya belum ngasih. Kepinginnya mahal. Nanti kalau saya sebut, makin mahal,” imbuh dia.

Informasi yang diperoleh kumparan menyebutkan, bank tersebut merupakan Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) II atau bank dengan modal inti antara Rp 1 triliun hingga Rp 5 triliun. Dengan melakukan penyertaan di bank tersebut, BRI berharap dapat memperluas segmen pasarnya dari saat ini di segmen mikro.

Untuk langkah ini, BRI kabarnya bahkan telah melakukan kajian internal. Terkait rencana akusisi bank kecil, sebelumnya Suprajarto pernah menyatakan sudah mencadangkan dana. Hal itu juga sudah masuk dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).

Pada 2018 lalu, Bank BRI pernah menjajaki melakukan penyertaan modal ke Bank Pembangunan Daerah (BPD) Provinsi Banten atau Bank Banten. Langkah itu tadinya akan dilakukan melalui penerbitan saham baru atau rights issue Bank Banten.

Dirut Bank BRI, Suprajarto, di ruang kemudi Kapal Bahtera Seva II yakni kapal layanan perbankan milik Bank BRI (BRI Teras Kapal). Foto: Wendiyanto Saputro

BRI telah gencar melakukan akuisisi untuk mengonsolidasikan bisnisnya di industri keuangan, yakni dengan akuisisi Danareksa Sekuritas dan Danareksa Investment Management. Sebelumnya, BRI juga membeli seluruh saham PT BRI Ventura Investama (BRI Ventures) yang sebelumnya dimiliki oleh PT Bahana Artha Ventura (BAV).

BRI juga mengakuisisi perusahaan asuransi umum, yakni PT Bringin Sejahtera Artha Makmur (BRINS). Untuk menguasai 90 persen saham perusahaan itu, BRI merogoh dana Rp 1,04 triliun.

Terkait langkah akuisisi tersebut, Suprajarto menyatakan, “BRI ingin menjadi one stop service for financial solution,” katanya dalam sebuah wawancara khusus dengan kumparan, beberapa waktu silam.