Punya Online Shop? Perhatikan Hal Ini saat Menerima Bukti Transfer dari Pembeli

19 September 2022 13:13
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi mengelola online shop. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengelola online shop. Foto: Shutterstock
Ada banyak keuntungan saat membuka online shop. Selain menghemat biaya operasional untuk tempat berjualan, pola belanja konsumen yang kini telah bergeser ke digital membuat pelaku bisnis lebih mudah menjangkau banyak pembeli.
Selain melalui platform e-commerce, media sosial juga dapat menjadi salah satu tempat yang tepat untuk memulai bisnis. Saat ini, banyak medsos yang sudah menyediakan fitur berjualan, membuat para pelaku bisnis lebih mudah menawarkan produknya lewat satu tempat.
Namun, selain keuntungan di atas, terdapat pula risiko yang mungkin terjadi dalam membuka bisnis online. Salah Satunya adalah risiko penerimaan bukti transfer palsu.
Untuk itu, selalu waspada pada pemalsuan bukti transfer mobile banking saat transaksi. Modusnya, penipu akan berpura-pura menjadi pembeli dan mengelabui penjual dengan mengatakan sudah transfer sejumlah uang dan mengirimkan screenshot bukti transfer yang sudah diedit. Ia juga dapat melakukan modus "kelebihan transfer" dan meminta kelebihan uang transfer untuk dikembalikan.
Ada tiga hal yang harus Anda lakukan ketika menerima pembayaran transaksi dan dikirimkan screenshot bukti transfer palsu dari pembeli, baik lewat WhatsApp, email, maupun sarana lainnya.

3 Hal yang Perlu Diperhatikan saat Menerima Bukti Transfer dari Pembeli

Ciri-ciri bukti transfer palsu. Foto: dok. BCA
zoom-in-whitePerbesar
Ciri-ciri bukti transfer palsu. Foto: dok. BCA

1. Jangan langsung percaya pada screenshot bukti transfer

Jika dikirimkan bukti transfer, jangan langsung percaya. Biasanya, bukti transfer palsu memiliki font yang tidak jelas dan tidak seragam. Tata letak tulisan pun tidak rapi serta warnanya tipis.

2. Cek mutasi rekening untuk memastikan kebenaran

Segera verifikasi bukti transfer dengan cek mutasi melalui BCA mobile, myBCA atau KlikBCA. Di BCA mobile, Anda bisa mengecek mutasi rekening dengan cara buka fitur m-Info, pilih Mutasi Rekening, lalu pilih periode mutasi. Bila ada penambahan saldo dan mutasi masuk, itu berarti transfer dana berhasil. Bila tidak, segera tanyakan kepada pengirim uang.

3. Laporkan ke Halo BCA

Jangan pernah ragu untuk melapor jika telah telanjur menjadi korban penipuan. Selain melalui Halo BCA, Anda juga bisa melakukan pengaduan ke WhatsApp resmi BCA 0811 1500 998 dengan tanda centang hijau atau media sosial resmi BCA @goodlifeBCA di Instagram dan @halobca di Twitter dengan tanda centang biru.
Dengan tiga langkah ini, diharapkan akan terhindar dari penipuan bukti transfer palsu. Informasi lebih lanjut tentang modus penipuan bukti transfer palsu, cek di sini. Tetap waspada dengan mengetahui modus-modus penipuan lain yang mengatasnamakan BCA, #CariTahuBiarAman di bca.co.id/awasmodus.
Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan BCA
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020