Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
28 Ramadhan 1446 HJumat, 28 Maret 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Pupuk Indonesia Akan Produksi 12 Juta Ton Pupuk Tahun Ini
17 Januari 2018 22:01 WIB
Diperbarui 14 Maret 2019 21:12 WIB

ADVERTISEMENT
PT Pupuk Indonesia (Persero) akan memproduksi 12 juta ton pupuk tahun ini. Sementara kapasitas dari Pupuk Indonesia saat ini sekitar 13,1 juta ton.
ADVERTISEMENT
Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat mengatakan, volume produksi tahun ini kurang lebih sama dengan tahun lalu. Meski begitu, kapasitas produksi tahun ini turun tipis dari tahun lalu yang sekitar 13,5 juta ton.
Humas Pupuk Indonesia Wijaya Laksana mengatakan, adapun rincian dari rencana produksi 13 juta ton pupuk itu terdiri atas urea 9,2 juta ton, termasuk dari Pusri 2B, pabrik baru Pupuk Indonesia yang telah beroperasi pertengahan tahun lalu. Selain itu, kapasitas dari NPK sekitar 1,3 juta ton ditambah dengan SP36 sebanyak 750 ribu.
“Sisanya pupuk yang lain. Ada yang kecil-kecil,” kata Wijaya di Le Meridien Hotel, Jakarta, Rabu (17/1).
Untuk Pabrik Pusri 2B sendiri karena baru beroperasi pertengahan tahun lalu, Wijaya mengatakan, masih ada perbaikan di sana sini. Meski begitu, kapasitasnya lebih besar dari Pusri 1.
ADVERTISEMENT
“Pusri 2B kapasitasnya 970 ribu ton itu menggantikan Pusri 1 yang kapasitasnya 540 ribu ton,” lanjutnya.
Selain itu, untuk ekspansi dari holding pupuk sendiri, Aas mengatakan, tahun ini tengah merambah untuk pengembangan ke pupuk NPK. Adapun produksinya diproyeksikan dalam 3 tahun ke depan sebanyak 3,4 juta ton.
Produksi itu akan dilakukan di 4 pabrik Pupuk Indonesia, di antaranya di Cikampek, Pupuk Kujang, Petrokimia Gresik, dan Aceh. Untuk di Aceh, Pupuk Indonesia akan membangun 500 ribu ton.
“Pupuk Kaltim juga bangun juga 500 ribu ton. Pusri juga kita bangun. Jadi di semua kita bangun. Dengan NPK ini saya kira kita juga menekan cost dan dengan NPK ini khususnya di dalam negeri bisa menghasilkan produktivitas yang lebih,” jelas Aas.
ADVERTISEMENT