Kumparan Logo

Pupuk Indonesia Catat Laba Bersih Rp 6,7 T per Mei 2026, Melonjak 230 Persen

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kantor Pupuk Indonesia. Foto: PT Pupuk Indonesia (Persero)
zoom-in-whitePerbesar
Kantor Pupuk Indonesia. Foto: PT Pupuk Indonesia (Persero)

PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) mencatat laba bersih mencapai Rp 6,70 triliun dalam kinerja keuangan hingga Mei 2026. Dengan angka tersebut, laba bersih tercatat melonjak 230 persen secara tahunan.

Sementara secara year-to-date (YTD), Pupuk Indonesia mencatat pendapatan sebesar Rp 47,71 triliun atau tumbuh 49 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu EBITDA perusahaan telah mencapai Rp 11,36 triliun atau tumbuh 132 persen.

Capaian tersebut juga turut diapresiasi oleh Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria.

“Transformasinya sudah mulai menunjukkan hasil. Ke depan yang perlu dijaga adalah konsistensi, sambil tetap siap menghadapi perubahan pasar dan kebijakan,” ujar Dony dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6).

Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Dony Oskaria berjalan untuk bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/5/2025). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Dony juga sudah bertemu Direktur Utama PT Pupuk Indonesia untuk membahas perkembangan bisnis perusahaan serta berbagai isu strategis terkait pupuk.

Selain itu, pembahasan juga meliputi topik fluktuasi harga komoditas secara market-to-market, antisipasi perubahan skema subsidi, serta penguatan tata kelola distribusi pupuk bersubsidi agar semakin tepat sasaran.

“Langkah-langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan kinerja perusahaan sekaligus memastikan dukungan sektor pupuk terhadap produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Ke depan, Dony berharap Pupuk Indonesia bisa meningkatkan daya saing perusahaan dan mendukung ketahanan pangan nasional melalui penguatan transformasi, pengelolaan risiko yang lebih adaptif, serta tata kelola distribusi yang semakin baik.