Pupuk Indonesia Targetkan Buka 1.000 Kios Penjualan Pupuk Nonsubsidi di 2023

18 Oktober 2022 15:31
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Direksi Pupuk Indonesia mengecek kios pupuk komersial di Canggu, Bali. Foto: Dok. Pupuk Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
Direksi Pupuk Indonesia mengecek kios pupuk komersial di Canggu, Bali. Foto: Dok. Pupuk Indonesia
ADVERTISEMENT
PT Pupuk Indonesia (Persero) menargetkan bisa membuka 1.000 kios penjualan pupuk nonsubsidi atau komersial di seluruh wilayah Indonesia pada tahun depan. Sehingga, penyaluran pupuk nonsubsidi menjadi lebih mudah untuk individu, petani, maupun ritel.
ADVERTISEMENT
"Jadi kalau untuk tahun depan 2023 kami seluruh Indonesia target minimal 1.000 kios yang menyebar di seluruh Indonesia," ujar Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman saat meninjau kios pupuk nonsubsidi di Canggu, Bali, Selasa (18/10).
Bakir menjelaskan, selama ini penjualan pupuk nonsubsidi masih menumpang di kios subsidi maupun kios lainnya. Dengan ekspansi kios nonsubsidi, jalur distribusi diharapkan semakin lancar dan petani bisa dengan mudah mengakses produk Pupuk Indonesia.
"Jadi intinya kita akan memenuhi kebutuhan masyarakat untuk barang-barang komersial, bukan subsidi. Ini sesuai arahan Pak Erick Thohir, banyak sekali stakeholder yang minta, tapi bukan hanya Pak Erick Thohir, tapi DPR juga minta, Ombudsman juga," jelasnya.
Bakir menjelaskan, pengembangan 1.000 kios pupuk komersil juga sebagai jawaban atas masih banyaknya petani yang merasa kesulitan menjangkau atau membeli pupuk komersil milik Pupuk Indonesia. Oleh karena itu, dikatakan Bakir, Pupuk Indonesia merasa perlu untuk memperluas jaringan kios atau outlet yang khusus menjual pupuk komersil atau non subsidi. Apalagi saat ini anggaran pupuk bersubsidi terbatas, berdasarkan Kepmentan Nomor 5 Tahun 2022 pemerintah menetapkan kuota pupuk bersubsidi sekitar 8,04 juta ton.
Direksi Pupuk Indonesia mengecek kios pupuk komersial di Canggu, Bali. Foto: Dok. Pupuk Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
Direksi Pupuk Indonesia mengecek kios pupuk komersial di Canggu, Bali. Foto: Dok. Pupuk Indonesia
Lebih lanjut Bakir mengungkapkan bahwa pengoperasian kios pupuk non subsidi ini mendapat dukungan dari Menteri BUMN Erick Thohir selaku pemegang saham dan para stakeholder. “Artinya program komersil memudahkan petani, karena banyak keluhan petani dan kita sadari anggaran subsidi terbatas sehingga kita harus penuhi kekurangan pupuk subsidi di masyarakat dengan komersil atau non subsidi,” kata Bakir.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Bakir menilai, kios pupuk non subsidi atau komersil Pupuk Indonesia ini akan hadir di lokasi-lokasi strategi di seluruh Indonesia terutama sentra pertanian. Dengan begitu, dirinya berharap kebutuhan pupuk petani bisa terpenuhi.
Selain di Desa Canggu, Bali, kios pupuk komersil serupa juga telah terbangun dan beroperasi di Kabupaten Buleleng. Selain itu, di Provinsi Bali setidaknya terdapat lima mitra telah mengajukan untuk membuka kios pupuk komersil yang tersebar di Kabupaten Tabanan, Bangli, dan Buleleng.
Sementara itu, Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, Gusrizal, menyebutkan bahwa pengembangan 1.000 kios pupuk komersil ini dilakukan Pupuk Indonesia dengan skema kemitraan dealer owned dealer operated (DODO). Skema ini ditawarkan kepada perorangan maupun badan usaha yang memiliki kelengkapan izin usaha penjualan retail.
ADVERTISEMENT
Adapun kelebihan kios pupuk komersil Pupuk Indonesia adalah dapat memberikan jaminan yang menjadi keuntungan atau nilai tambah untuk para mitra. Jaminan yang dimaksud seperti keaslian produk pupuk, jaminan kualitas produk, dan jaminan ketersediaan pupuk.
Sedangkan syarat untuk menjadi mitra kios pupuk komersil Pupuk Indonesia adalah Warga Negara Indonesia (WNI) berusia 21 tahun ke atas, memiliki KTP dan NPWP, berbentuk badan usaha atau perorangan, memiliki nomor induk berusaha (NIB), luas bangunan yang memadai, sampai pada permodalan atau finansial yang baik.
“Selain itu, lokasi kios juga harus strategis dan berpotensi memiliki permintaan pupuk yang tinggi,” jelas Gusrizal.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020