Kumparan Logo

Purbaya Akui Sudah Masuk ke Pasar Obligasi Sejak Pekan Lalu

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memimpin sidang aduan kanal Debottlenecking Satgas P2SP di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (19/5/2026). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memimpin sidang aduan kanal Debottlenecking Satgas P2SP di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (19/5/2026). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Pemerintah mulai melakukan intervensi di pasar obligasi sejak pekan lalu untuk menjaga stabilitas sektor keuangan di tengah gejolak global yang menekan rupiah dan pasar keuangan domestik. Langkah tersebut dilakukan melalui pembelian surat utang guna menjaga kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemerintah mengambil langkah proaktif untuk meredam dampak sentimen risiko global yang memicu volatilitas di pasar keuangan.

Menurut Purbaya, pemerintah memandang kondisi saat ini menuntut langkah cepat agar gejolak di pasar obligasi tidak berlanjut dan mempengaruhi arus modal asing.

“Jadi pemerintah secara proaktif tetap menjaga ketahanan sektor keuangan domestik di tengah sentimen risk off global,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, Selasa (20/5).

Ia menjelaskan pemerintah telah mulai masuk ke pasar sejak pekan lalu, tepatnya pada Jumat (15/5), dan terus berlanjut pada awal pekan ini.

“Kami sudah masuk mulai Minggu lalu Jumat, Senin, Selasa. Hari ini masuk berapa Pak Minto (Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko)? Rp 1,3 triliun masuk ya? Tapi akibatnya yield bond turun. Asing ikut masuk,” ujarnya.

instagram embed

Purbaya mengungkapkan intervensi tersebut mulai menunjukkan dampak positif. Penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah dinilai turut mendorong minat investor asing kembali masuk ke pasar domestik.

Ia merinci, pada perdagangan hari ini dana yang masuk di pasar sekunder mencapai Rp 500 miliar, sedangkan di pasar primer tercatat sebesar Rp 1,68 triliun.

Menurut dia, langkah stabilisasi yang dilakukan pemerintah bertujuan untuk mengembalikan keyakinan investor terhadap pasar obligasi Indonesia yang sempat tertekan akibat meningkatnya ketidakpastian global.

“Jadi tindakan kita menjaga stabilitas bond market itu sudah bisa mengembalikan keputusan investor asing terhadap bond kita. Mereka mulai masuk, dolar mulai masuk kan harusnya,” katanya.

Meski begitu, Purbaya mengatakan masuknya aliran dana asing tidak terjadi secara langsung karena proses penyelesaian transaksi membutuhkan waktu.

“Dolarnya, settlement-nya dua hari lagi. Tapi yang jelas di tengah gonjang-gonjang seperti itu, asing mulai masuk ke sini,” ujarnya.

Purbaya juga mengaku memantau perkembangan pasar secara intensif. Ia bahkan rutin meminta pembaruan data beberapa kali dalam sehari guna memastikan respons pemerintah berjalan sesuai perkembangan pasar.

“Jam 6 saya telepon lagi. Kita melakukan tindakan nyata untuk mengembalikan kepercayaan ke pasar finansial kita,” katanya.

Ia menilai sinyal awal dari pasar mulai terlihat dengan kembalinya aliran dana ke instrumen obligasi pemerintah dalam beberapa hari terakhir.